Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Mengenal Aiptu Kadek Aruna, Sepuluh Tahun di Balik Kata Menjaga Kepercayaan Publik

Wahono. • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:30 WIB

 

 

Aiptu Kadek Aruna
Aiptu Kadek Aruna

 

RADAR PALU- Di tengah hiruk-pikuk berita dan derasnya arus informasi, ada satu sosok berseragam cokelat yang setia berdiri di antara dua dunia—dunia kepolisian dan dunia media. Namanya Aiptu I Kadek Aruna, atau akrab disapa Kadek. Ia bukan pejabat tinggi, bukan pula juru bicara nasional. Namun, di Kota Palu, ia dikenal sebagai wajah yang menenangkan setiap kali kabar dari kepolisian dibutuhkan publik.

 

Sejak Agustus 2016, Kadek menapaki perannya di Humas Polresta Palu. Satu dekade bukan waktu yang singkat untuk bertahan di posisi yang sering kali berada di bawah sorotan, menghadapi tekanan, dan menjaga keseimbangan antara kepentingan informasi dan ketenangan masyarakat.

 

“Kadang orang berpikir, tugas humas hanya menulis rilis. Padahal, kami juga harus menjaga kepercayaan publik agar tidak goyah karena kesalahan informasi,” tutur Kadek sambil tersenyum, Sabtu (11/10).

 

Sebelum dikenal sebagai penghubung informasi Polresta Palu, Kadek adalah Kanit Dikyasa Satlantas. Ia gemar berbicara di depan anak-anak sekolah, menjelaskan aturan lalu lintas dengan cara yang mudah dimengerti. Suaranya tegas namun lembut, membuat para siswa menyimak dengan antusias.

 

Kemampuannya itu sampai ke telinga Kapolresta Palu kala itu, AKBP Basya Radyananda. Tak lama berselang, sebuah surat perintah resmi membawanya ke Humas.

 

Sejak hari pertama, Kadek belajar banyak tentang dunia komunikasi, menulis rilis, menyusun narasi, dan menjalin hubungan dengan wartawan dari berbagai media.

 

“Saya ingat, waktu pertama kali ditugaskan di Humas, saya merasa gugup. Tapi saya berjanji pada diri sendiri, apa pun tugasnya, akan saya jalani dengan hati,” kenangnya.

 

Selama bertahun-tahun, Kadek menjadi jembatan antara institusi kepolisian dan media. Ia bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan. Sikapnya yang ramah membuat banyak wartawan merasa dihargai.

 

Ada satu kisah yang paling diingat rekan-rekan media, ketika seorang wartawan mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat melapor di Polsek Palu Selatan, Kadek datang sendiri untuk meminta maaf atas nama institusi. 

 

“Saya datang bukan karena disuruh, tapi karena hubungan baik itu harus dijaga,” katanya pelan.

 

Bagi Kadek, menjadi polisi tidak selalu soal seragam dan pangkat. Ia percaya, kata-kata yang tulus bisa menenangkan lebih banyak hati daripada tindakan represif.

 

“Menyampaikan informasi itu juga bagian dari pelayanan. Kalau masyarakat tahu kebenaran, mereka akan percaya,” ujarnya.

 

Dalam kurun sepuluh tahun, Kadek telah melewati masa kerja di bawah sejumlah kapolresta, dari AKBP Basya Radyananda hingga Kombes Pol Deny Abrahams. Meski pimpinan berganti, kepercayaannya untuk mengelola komunikasi publik tak pernah digantikan.

 

Kini, di sela rutinitasnya, Kadek tengah mengikuti seleksi Alih Golongan (PAG)—sebuah fase penting menuju jenjang karier yang lebih tinggi. Meski begitu, ia tetap menjalani keseharian seperti biasa, menyusun rilis, mengatur agenda konferensi pers, dan menenangkan suasana di tengah isu politik yang kadang memanas.

 

Salah satu kontribusi nyatanya terlihat saat Pilkada 2024 dan aksi besar pada 1 September lalu. Berkat koordinasi yang baik antara Humas dan media, situasi di Palu tetap aman dan kondusif.

 

“Seragam bisa berubah, tapi tanggung jawab terhadap kepercayaan publik tidak boleh hilang,” tegasnya.

Editor : Wahono.
#POLRI #polresta #palu #publik #polisi #humas Polri