RADAR PALU - SD Inpres 6 Lolu mengupayakan berbagai strategi untuk mengejar prestasi sekolah. Kepala SD Inpres 6 Lolu Restu mengakui menggencarkan program ekstrakulikuler dan akademik.
Bukti komitmen tersebut semakin lengkap dengan lolosnya dua siswa SD Inpres 6 Lolu sebagai duta cilik pariwisata tingkat nasional. Hal ini disampaikannya saat ditemui Radar Palu pada Rabu (8/10/2025).
“Kalau visi sekolah kami ini, SD Inpres 6 Lolu punya visi mewujudkan siswa yang berkarakter, berakhlak, kemudian handal berkemajuan, berwawasan lingkungan,” ungkapnya.
Visi ini diimplementasikan melalaui program Bina Iman dan Taqwa (Bina Imtaq) yang diadakan setiap hari Jumat, penerapan budaya disiplin seperti budaya tabe (permisi, red), dan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun). Ada pula Kantin Sehat dan UKS dengan program Dokter Cilik.
Di Kantin Sehat, sekolah menekankan budaya antre, kebersihan, minimalisir pemakaian plastik, dan pembatasan penjualan yang mengandung unsur pewarna. Dua program ini bekerjasama dengan Save the Children , Puskesmas Birobuli, hingga BPOM.
Uniknya, Dokter Cilik juga bertugas mengkampanyekan pemilahan sampah. Statusnya sebagai sekolah adiwiyata tingkat kota membuat sekolah menanamkan budaya cinta lingkungan melalui program Diet Sampah di mana sekolah dengan orang tua memiliki MoU agar setiap siswa menyediakan kantung kresek untuk membawa pulang sampahnya sendiri.
Ada pula program LISA kepanjangan dari lihat sampah, ambil, bawa di sana (tempat sampah, red). Hal ini demi mencegah membludaknya sampah di lingkungan sekolah.
Pengembangan literasi pun turut dilakukan dengan pemilihan duta literasi sebagai tutor sebaya. Pembelajaran Bahasa Kaili juga tidak ketinggalan dengan digelarnya kegiatan Posisani (saling berkenalan, red) setiap hari Selasa dan Rabu. Sementara untuk Numerasi, digagas program Ranking 1 berupa cerdas cermat matematik setiap bulannya.
“Kami terus berikhtiar, berproses, dan kami berprogres. Dan saya tidak bisa berbuat banyak ketika saya tidak didukung. Alhamdulilah di sini dukungan dari orang tua siswa terutama, warga sekolah, dewan komite itu sangat luar biasa,” ungkapnya.
Selain untuk siswa, sekolah juga menyediakan program peningkatan kapasitas guru sebagai tenaga pendidik. Salah satunya melalui program Kandidat Sekolah Rujukan Google yang diikuti sembilan orang guru termasuk kepala sekolah.
“Itu adalah salah satu program yang kami lakukan untuk mendukung agar guru mampu terutama bisa bertransformasi dengan era digitalisasi ini. Di era abad 21 yang semakin mendorong siswa bisa aware dengan digitalisasi. Dan Insya Allah, kami sudah lulus dan mendapat sertifikat level 1,” sebutnya.
Dari kegiatan tersebut, sekolah berkesempatan mendapatkan 60 unit chromebook untuk mendukung stabilitas proses pembelajaran sekolah.
“Saya ingin, mudah-mudahan sekolah ini dari visi yang kami letakan itu bisa terwujud. Sekolah kami bisa jauh lebih baik ke depannya semakin maju,” lanjutnya.
Kepsek Restu berharap tenaga pendidik di sekolah dapat hadir sebagai mitra bagi orang tua dalam membentuk karakter siswa. Serta setiap lomba yang diikuti oleh sekolah memberikan hasil yang baik.(***)
Editor : Mugni Supardi