RADAR PALU - Lurah Birobuli Selatan, Hj. Irma, S.Sos., M.A.P., menyampaikan bahwa berbagai program yang dijalankan di wilayahnya saat ini telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama melalui pemanfaatan dana kelurahan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi warga.
“Program yang paling menonjol di Birobuli Selatan saat ini adalah pembangunan drainase dengan plat deker,” ujar Hj. Irma.
Ia menjelaskan, proyek tersebut sangat penting karena kawasan Birobuli Selatan kerap terdampak banjir akibat aliran air dari wilayah Petobo.
“Sekarang di Jalan Banteng dan Kijang sudah selesai pembangunannya. Masyarakat sangat berterima kasih karena wilayahnya jadi lebih aman dari genangan air,” tambahnya.
Selain pembangunan fisik, dana kelurahan juga dialokasikan untuk sektor sosial dan pengembangan UMKM. Hj. Irma menuturkan bahwa bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan bahan dan perlengkapan usaha.
“Kami bantu bahan-bahannya untuk usaha, seperti penjual nasi kuning dan minuman pop ice di Jalan Kijang dan Banteng. Termasuk tempat jualannya, seperti box-box usaha,” katanya.
Menurut Hj. Irma program tersebut dipilih berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) yang melibatkan masyarakat di tingkat RT dan RW.
“Masyarakat yang mengusulkan. Kami tinjau dulu, jangan sampai hanya mengharapkan bantuan tanpa usaha. Kami ingin warga mandiri,” jelasnya.
Pemerintah kelurahan bekerja sama dengan 15 kelompok usaha yang dimana masing-masing memiliki struktur organisasi lengkap, mulai dari ketua, bendahara, hingga anggota. Hj. Irma juga rutin melakukan pemantauan lapangan.
“Saya kunjungi mereka setiap satu atau dua minggu. Alhamdulillah, mereka senang dan bersyukur karena usahanya berjalan dan berputar,” ujarnya.
Terkait tantangan yang dihadapi di lapangan, Hj. Irma mengungkapkan bahwa sejauh ini belum ada kendala “Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar,” katanya.
Namun, untuk rencana pembangunan drainase besar di wilayah Malaya, ia mengakui ada hambatan kecil terkait pembebasan lahan warga. “Ada warga yang tidak mau lahannya dilewati. Tapi kami sudah atur ulang jalur airnya agar tetap bisa dikerjakan,” terangnya.
Dan terkait pembangunan drainase tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp400 juta dan diajukan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu. Untuk memastikan program tepat sasaran, kelurahan melakukan pendataan melalui RT dan RW.
“Mereka yang paling tahu kondisi warganya. Setelah itu, kami kunjungi langsung untuk memastikan penerima bantuannya memang warga tersebut layak menerima bantuan atau tidak,” jelasnya.
Hj. Irma juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program. “Mereka harus menjaga fasilitas yang sudah diberikan. Contohnya, box jualan harus
dirawat dan modal usaha dikelola dengan baik. Jangan terlalu muluk-muluk, jalani saja sesuai kemampuan,” ujarnya sambil tersenyum.
Hj. Irma juga menyampaikan harapannya agar warga Birobuli Selatan terus meningkatkan kesejahteraannya dan menjadi masyarakat yang mandiri. “Harapan saya, warga di sini bisa stabil dan mandiri dengan usaha mereka sendiri. Alhamdulillah, masyarakat kami baik dan mau berusaha,” pungkasnya.(***)
Editor : Mugni Supardi