Laporan: Nur Soima Ulfa
HALAMAN depan klinik hewan Dinas Perkebunan dan Perternakan (Disbunnak) Provinsi Sulteng telihat berbeda dari biasanya pada Kamis siang (2/10/2025). Kursi besi panjang di bentangkan di depan klinik. Ada juga kursi plastik yang disusun. Berjaga jika ada yang memerlukannya.
Di depannya ada meja dan kursi yang diisi oleh petugas. Ada kertas, laptop dan alat tulis lainnya. Terlihat jelas bila ini adalah meja layanan dan halaman klinik disulap menjadi ruang tunggu ekstra.
Di kursi panjang besi khas rumah sakit itu, diisi ileh para owner pet alias pemilik hewan peliharaan. Di tangan mereka ada kucing atau anjing peliharaan kesayangan, yang sering disebut dengan anak bulu (Anabul).
Mereka duduk mengantri. Menunggu nama mereka dipanggil. Sementara Anabul mereka sebagian berada di tas khusus, ada juga dipangku. Ada juga yang tanpa tas tapi diberi harnes (tali leher).
Macam-macam perilaku mereka. Ada yang sabar dan tenang, ada juga yang tidak berhenti bergerak. Untuk mengantisipasi antrian panjang dan waktu menunggu yang lama, para pemilik Anabul ini membawa makanan dan minuman. Ternyata ini adalah saran dari petugas klinik.
Situasi itu adalah gambaran dari pemberian vaksin, vitamin dan sterilisasi gratis dari (Distanbunak) Sulteng dalam rangka memperingati World Rabies Day (WRD) Tahun 2025. Kegiatan itu dijadwalkan dilaksanakan pada 2 hingga 4 Oktober 2025. Informasi ini juga terpampang jelas dari banner kegiatan berukuran sekitar 2,5 x 3,5 meter berwarna biru, yang ditempel di dinding klinik.
Di hari pertama itu hingga pukul 14.30 WITA, ada 42 pemilik Anabul yang datang. Mereka rata-rata tidak hanya membawa satu anabul saja. Ada yang membawa dua hingga tiga Anabul. Bahkan ada yang membawa 16 Anabul berupa kucing. “Ada 14 kucing lagi. Rencananya dibawa besok (hari ini, red). Pemiliknya punya total 30 kucing,” ujar salah satu petugas di meja registrasi.
Untuk pemberian layanan, petugas membaginya kucing dan anjing di ruang terpisah. Sama seperti di hari pelayanan biasanya. Tapi khusus di hari itu, lebih banyak ruangan yang difungsikan untuk vaksinasi gratis.
Mewakili panitia penyelenggara kegiatan, drh Hasmawati mengungkapkan ada 467 pemilik Anabul yang mendaftar via link Instagram @klinikhewandisbunak. Terdiri dari 320 peliharan kucing, sisanya peliharaan anjing.
Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Di mana pada pelayanan vaksinasi gratis rabies pada WRD Tahun 2024, ada 250 yang mendaftar dan 200 di antaranya datang ke klinik untuk mendapatkan perawatan.
“Ini menunjukan tren semakin bagus dan positif di antara para pemilik peliharaan kucing dan anjing ini. Tingkat kesadaran mereka meningkat terhadap kesehatan dan keamaan. Khususnya pada penyakit rabies,” ujar Hasmawati.
Dokter hewan yang masih aktif praktik ini mengungkapkan partisipasi aktif pemilik hewan kucing dan anjing ini berkontribusi banyak pada upaya untuk mencapai program Pembebasan Rabies 2020-2030.
Dalam tingkat Provinsi Sulteng, Hasmawati mengungkapkan kasus rabies berstatus kejadian luar biasa (KLB). Per Agustus 2025 tercatat enam kasus kematian manusia akibat gigitan hewan dengan rabies. Kasus ini terjadi di Kabupaten Poso (1 kasus), Kabupaten Parigi Moutong (3 kasus), dan Kabupateb Donggala (2 kasus).
“Untuk Kota Palu belum ada. Tapi pernah kejadian 1 kasus gigitan dengan korban meninggal dunia di Kelurahan Petobo Tahun 2024,” ungkap Hasmawati.
Terkait dengan itu, pihaknya menerima permintaan warga Petobo untuk melakukan vaksinasi massal vaksin rabies on the spot. Vaksinasi telah sukses dilakukan pada 30 September 2025 lalu dan menjadi kegiatan pertama yang dilakukan pihaknya dalam rangkaian kegiatan peringatan WRB 2025.
Kala itu ada kurang lebih 62 kucing dan anjing peliharaan yang divaksinasi. Atas kesuksesan pelaksanaan kegiatan itu, dia berharap pihaknya bisa melakukan vaksinasi on the spot di kelurahaan lainnya. Agar pemberian bisa semakin luas dan menekan angka kasus gigitan pada manusia.
“Rabies ini termasuk penyakit mematikan. Jika ada manusia yang tergigit positif rabies, maka bisa menyebabkan kematian. Yang paling ideal itu manusianya divaksin dan hewannya juga. Jadi kami biasanya berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk pencegahan dan mencapai apa yang dinamanya One Health,” paparnya.
Hasmawati juga menerangkan dalam rangka peringatan WRD 2025 ini pihaknya melaksakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) seputar rabies dengan sasaran internal pegawai Distanbunak Provinsi Sulteng. Tujuannya adalah penguatan pengetahuan tentang rabies. Harapannya agar bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi.
Selain memperkuat hubungan internal, kali ini pihaknya juga mengajak lembaga eksternal untuk berkolaborasi. Hasnawati mengungkapkan pihaknya menggaet Pengurus Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan dua klinik hewan swasta untuk berpartisipasi yakni Klinik Chocopet dan Klink El25.
Hal ini juga terkait pelayanan pemberian vaksin, vitamin dan steril gratis. Hasmawati yang juga adalah owner dari Klinik Chocopet ini mengungkapkan baru tahun dilaksanakan pemberian steril gratis untuk hewan betina. Sehingga item pelayanan untuk peringatan WRD tahun ini bertambah.
“Harapannya makin tinggi tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies. Untuk yang pet-nya (Anabul, red) bisa lebih rutin divaksin. Harapan kami sebagai dinas tentunya akan membuka kuota yang lebih besar lagi dan mungkin kegiatan yang lebih banyak, lebih variatif. Bukan hanya di dinas kami, tapi juga di tingkat kabupaten kota dan juga klinik lainnya,” pungkasnya.(*)