Metode yang digunakan ialah talent scouting atau pencarian bakat ke 13 kabupaten-kota yang ada di Sulawesi Tengah. Serta penjaringan pendataan melalui jalur prestasi baik single event maupun multi event seperti di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Poprov), serta kejuaraan terbuka lainnya.
Ada pula kolaborasi bersama guru olahraga di setiap sekolah di kabupaten-kota di provinsi Sulawesi Tengah yang terjaring dalam Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS).
“Terkadang kan teman-teman (guru olahraga, red) yang ada di kabupaten-kota itu kan menemukan talenta-talentayang ada di sekolahnya, di daerahnya. Kemudian mencoba menyampaikan ke kita. Kemudian kita melakukan treatment, kemudian kita lihat, kalo memenuhi syarat, itu yang baru kita tawarkan untuk bergabung,” ungkapnya.
Siswa yang memiliki riwayat prestasi olahraga akan lebih mudah mendapatkan rekomendasi. Calon siswa baik yang mengikuti jalur prestasi maupun melalui sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) baik online maupun offline akan mengikuti serangkaian pengujian.
Tes yang dilakukan berupa pemberkasan untuk melihat usia, seleksi fisik, psikotes, tes narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta tes potensi sesuai bakat di cabang olahraga masing-masing siswa. Hal ini dilakukan demi mengidentifikasi potensi calon siswa dan kelayakan sesuai standar yang berlaku.
Mewakili SMANOR Tadulako dia berharap, khususnya kepada siswa agar betul-betul memaksimalkan keberadannya di sini, berlatih dengan giat dan keras.
“Karena pelatih yang kami miliki di sini ialah pelatih-pelatih pilihan, pelatih yang punya dedikasi tinggi, pelatih yang berlisensi nasional, sehingga harapannya buat anak-anak kami yang dibina ini, dimaksimalkan,” harap Kepsek Jufri.(cr1)
Editor : Mugni Supardi