RADAR PALU – Poltekkes Kemenkes Palu melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Upaya Pencegahan Komplikasi dengan Metode Penggunaan Kartu Risiko".
Kegiatan yang dilaksanakan pekan kemarin ini menyasar ibu hamil serta kader kesehatan dan berlangsung di dua lokasi, yakni Taipa Ginggiri dan Kampus Poltekkes Palu Jurusan Kebidanan.
Edukasi yang diberikan menghadirkan metode unik berupa kartu risiko yang didesain menyerupai permainan kartu edukatif.
Baca Juga: Terapkan Prinsip GCG, Astra Agro Lestari diganjar Penghargaan Top Emiten Midcap 2025
Setiap kartu memuat pertanyaan di bagian depan dan jawaban di bagian belakang, sehingga suasana belajar menjadi lebih interaktif, menyenangkan, sekaligus mudah dipahami peserta.
Adapun tiga topik utama yang menjadi fokus edukasi meliputi anemia pada kehamilan, preeklamsia dan eklampsia, serta riwayat operasi sectio caesarea (SC).
Para ibu hamil tampak antusias mengikuti sesi permainan kartu, saling berbagi pengalaman, hingga berdiskusi aktif bersama kader kesehatan.
Ketua tim pengabdi, Siti Hadijah Batjo, SSiT., MPH, menjelaskan bahwa penggunaan kartu risiko diharapkan dapat membantu ibu hamil mengenali tanda bahaya sejak dini, meningkatkan peran kader kesehatan dalam pendampingan, serta menumbuhkan kesadaran pencegahan komplikasi.
“Kami ingin menghadirkan edukasi kesehatan reproduksi yang bukan hanya informatif, tetapi juga menyenangkan dan komunikatif. Dengan kartu risiko, ibu hamil lebih aktif, interaktif, dan termotivasi untuk menjaga kesehatannya,” ujar Siti Hadijah.
Hal senada disampaikan anggota tim, Dr. Nurmiaty, SST., MPH. Ia menekankan bahwa keterlibatan ibu hamil secara langsung dalam proses pembelajaran akan berdampak positif terhadap perilaku pencegahan komplikasi.
Baca Juga: Restorative Justice, Terobosan Baru Penegakan Hukum Humanis di Sulteng
“Melalui metode ini, ibu hamil tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berpartisipasi aktif. Harapannya, mereka lebih siap mengenali tanda bahaya dan segera mencari pertolongan bila diperlukan,” ungkap Dr. Nurmiaty.
Salah satu peserta, Dewi (29), mengaku sangat terbantu dengan metode edukasi ini.
Belajar lewat kartu ternyata lebih mudah dipahami.
Baca Juga: PT Menara Babussalam Gandeng Imigrasi Palu Beri Pelayanan Mudah untuk Calon Jamaah Haji
"Saya jadi tahu tanda bahaya kehamilan yang harus diwaspadai. Rasanya lebih percaya diri untuk menjaga kesehatan saya dan bayi,” tuturnya.
Program ini disebut sebagai wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung kesehatan ibu dan anak, sejalan dengan upaya pemerintah menekan angka kesakitan dan kematian ibu akibat komplikasi kehamilan.
Kegiatan pengabdian ini melibatkan tim dosen yang terdiri atas Siti Hadijah Batjo, SSiT., MPH, Dr. Nurmiaty, SST., MPH, Hadina, SST., M.Keb, dan Ansar, SKM., M.Kes bersama dengan kader kesehatan setempat. (*)
Editor : Taswin