RADAR PALU - Sedikitnya 18 siswa dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sis Aljufri Palu dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Potensi Palu harus dilarikan ke Rumah Sakit Woodwart usai menyantap paket MBG pada Rabu (27/8/2025).
Paket MBG yang masuk ke sekolah ini berasal dari dapur MBG di Jalan Anoa, Kelurahan Tatura Utara, Kota Palu.
Sumber Radar Palu yang merupakan salah seorang pegawai di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Anoa, Kelurahan Tatura Utara menduga penyebab utama ada pada ikan cakalang yang disuplai ke dapur MBG.
Ikan-ikan itu kata dia, masuk ke dapur MBG di Jalan Anoa sudah dalam bentuk tanpa kepala.
"Supplier mungkin sudah mencampur ikan dengan yang sudah tidak baik lagi toh. Baru inikan di bagian pemotongan ikan ini tidak bisa bedakan mana ikan yang sudah busuk," kata sumber tersebut.
"Memang ikannya masuk per ekor, cuman saya lihat kemarin itu sudah dipotong kepalanya, kalau seandainya kepala ikan belum dipotong barangkali kami bisa bedakan mana yang sudah tidak baik, mana yang masih segar," sambung dia.
Setelah masuk, pegawai di dapur MBG langsung memfilet ikan-ikan tersebut.
Mereka sambung dia juga tidak mengambil bagian tengah ikan, hanya mengambil bagian daging.
Meski begitu sambung sumber, dengan adanya peristiwa ini menjadi bahan evaluasi ke depan.
Terpisah Kepala SPPG Anoa, Daniel saat ditemui menjelaskan jika pihaknya belum dapat memastikan penyebab belasan siswa ini harus menerima perawatan medis usai mengonsumsi paket MBG yang mereka bagikan.
"Kami masih menunggu sampel yang diuji. Karena sampel diambil itu adalah sampel yang ada di dapur ini, dengan sampel yang di sekolah," kata Daniel.
Dia menjelaskan, bahan baku yang masuk ke mereka salah satunya ikan, sebelum diolah di dapur MBG sudah dilakukan pengecekan. "Semua ikan itu kami cek sebelum diolah, untuk memastikan kualitasnya," kata dia.
Dapur MBG di Jalan Anoa ini sendiri baru beroperasi selama tiga hari dan menyiapkan sebanyak 1.457 paket yang disebar di 14 sekolah.
Dua di antaranya yakni MTs Sis Aljufri Palu dan SMK Bina Potensi Palu.
Di dapur ini total ada 19 karyawan yang bertugas menyiapkan bumbu, memasak, melakukan packaging, mengedarkan hingga mencuci ompreng. Umumnya mereka adalah warga setempat.
"Kami tentu menerapkan quality kontrol, baik terhadap bahan baku hingga kualitas gizinya," pungkas dia. (ril)
Editor : Syahril.