Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Hidran Tak Berfungsi Petugas Terpaksa Pakai Air Drainase Saat Padamkan Kebakaran Pasar Inpres Manonda

Syahril. • Jumat, 25 Juli 2025 | 11:05 WIB
SEMPAT TAK BERFUNGSI : Hidran di Jalan Sis Aljufri, Kamis (24/7/2025). Hidran ini sempat tak berfungsi saat kebakaran pasar inpres Manonda Palu.
SEMPAT TAK BERFUNGSI : Hidran di Jalan Sis Aljufri, Kamis (24/7/2025). Hidran ini sempat tak berfungsi saat kebakaran pasar inpres Manonda Palu.

RADAR PALU - Pasar Inpres Manonda Palu terbakar pada Selasa 22 Juli 2025 malam. Kebakaran yang menghanguskan 13 lapak pedagang ini memunculkan tantangan bagi petugas saat berusaha memadamkan api.

Salah satunya yaitu pasokan air. Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palu, Agung mengakui hal itu.

Petugas malam itu terpaksa menggunakan air dari drainase di depan SMPN 3 Palu lantaran tak ada bak suplai air di lokasi terdekat dari Pasar Inpres. 

“Kami menyedotnya di SMPN 3. Ada drainase yang agak besar itu, kami ambil disitu untuk mempercepat pemadaman. Karena kalau harus balik lagi ke Mako untuk ambil air itu agak jauh,” jelasnya.

Atas keputusan itu, pemadam mampu menguasai api kurun waktu 1 jam lebih 10 menit. Mereka memutuskan rantai sebaran api agar tidak merembet ke gedung lain sebelum memadamkan nyala api di titik utama.

Sejatinya, Disdamkarmat Kota Palu sudah memiliki bak penampung air di depan Kantor Camat Palu Barat Jalan WR Supratman, hanya saja, pascagempa 2018 bak tersebut tak lagi berfungsi dengan baik.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disdamkarmat Kota Palu, Hasan Lahinding kepada Radar Palu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/7/2025).

“Karena rusak kena gempa. Tapi kami akan rehab itu semua. Kemarin ada efisiensi anggaran lagi,” katanya.

Selain bak penampung, hidran menjadi salah satu tempat penyuplai air. 

Di Kota Palu sendiri sudah terdapat kurang lebih 114 hidran. Proyek pemasangan hidran ini merupakan usulan dari Disdamkarmat Kota Palu pada 2021. 

Berdasarkan penelusuran wartawan, pemasangan hidran-hidran tersebut merupakan bantuan dari Asian Development Bank (ADB) yang mulai digarap pada 2022, hanya saja, hingga 2025 , titik sambungan untuk pemadaman kebakaran ini belum juga diserahkan ke Pemkot Palu.

Meski begitu, Disdamkarmat sendiri telah memanfaatkan hidran jika dalam kondisi darurat, namun, salah satu hidran di Jalan Sis Aljufri saat peristiwa kebakaran tak bisa digunakan, padahal, sebelum kebakaran, petugas telah mengecek hidran tersebut berfungsi dengan baik. 

Belajar dari kebakaran Pasar Inpres Manonda Palu, Hasan Lahinding mengusulkan kepada instansi terkait agar membangun bak penampungan air di seluruh pasar wilayah Kota Palu dengan kapasitas 2.500 liter air. 

“Di sisi lain, pembangunan bak air ini juga dapat difungsikan oleh masyarakat, sebagai pencegahan, karena musibah ini tidak diketahui kapan terjadi,” ujarnya.

Tidak hanya soal titik pengambilan air yang kurang, armada suplai milik Disdamkarmat Kota Palu perlu ditambah. “Hanya karena efisiensi anggaran, jadi kami harus sabar dulu,” ujarnya. (ril)

Editor : Syahril.
#Kebakaran Pasar Inpres Manonda Palu #Damkar Palu