RADAR PALU - Proyek Jalan Dewi Sartika Palu menuai keluhan dari warga sekitar. Pasalnya, proyek ini dikerjakan sejak Desember 2023, namun drainasenya belum sepenuhnya terkoneksi.
Akibatnya, beberapa titik drainase meluap, sampah-sampah di dalam drainase pun ikut naik ke tepi badan jalan. "Lambat ini progresnya," kata warga sekitar.
Di simpang empat Jalan Dewi Sartika - Prof Moh Yamin - Abdurahman Saleh - Basuki Rahmat di sisi bagian barat jalan Dewi Sartika nampak drainase tersebut belum terkoneksi dengan drainase di Jalan Basuki Rahmat.
Warga di sekitar yang ditemui mengaku khawatir jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi akan memicu banjir.
"Khawatir nanti kalau tidak tersambung material tanah masuk ke dalam drainase, kemudian drainasenya tidak mengalir takutnya nanti bisa meluap," keluh warga kepada wartawan.
Padahal masa pengerjaan proyek ini hampir berakhir. Informasi yang didapatkan wartawan proyek ini dikerjakan selama 540 hari kerja sejak Desember 2023.
Jika dihitung sejak Desember 2023, maka waktu penyelesaiannya tersisa kurang lebih Juni 2025. Namun pihak BPJN menyebut bahwa masa kerja proyek ini sudah diperpanjang.
Kepala Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Dadi Muradi mengakui jika drainase di Jalan Dewi Sartika memang belum terkoneksi akibat utilitas lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) yang belum dipindahkan.
Dia juga memastikan bahwa waktu pelaksanaan akan selesai pada bulan Desember 2025 mendatang setelah dilakukan adendum atau perpanjangan waktu.
"Ada beberapa titik drainase yang memang belum nyambung dikarenakan beberapa utilitas lampu APILL, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Pemda untuk difasilitasi pemindahannya," ujarnya.
Proyek ini masuk dalam paket rehabilitasi ruas jalan dalam Kota Palu, rekonstruksi dan penanganan tanggul Jalan Rajamoili - Cut Mutia (coast area) dengan nilai kontrak kurang lebih sebesar Rp 249 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023. Dikerjakan oleh PT Bumi Duta Persada.
Lingkup pekerjaan paket ini sepanjang 16,255 Kilometer (Km). Dengan rincian pembangunan jalan sepanjang 2,155 Km berupa peninggian badan jalan sebagai jalur logistik serta menjadi tanggul yang berfungsi untuk meredam energi tsunami apabila terjadi gempa.
Juga penanganan rehabilitasi jalan di beberapa ruas jalan dalam Kota Palu sepanjang 13,12 Km akibat gempa tahun 2018. Meliputi Jalan Karanjalembah sepanjang 1,971 Km, Jalan Dewi Sartika sepanjang 2,790 Km dan Jalan Prof Moh Yamin sepanjang 2,398 Km.
Serta penggantian jembatan Komodo berupa box culvert dengan panjang 9,8 meter yang struktur bawahnya didesain menggunakan mini bore pile. (ril)
Editor : Syahril.