RADAR SULTENG - Kepala Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Dadi Muradi mengklaim jika progres fisik jembatan IV Palu telah rampung.
Konstruksinya menggunakan teknologi mutakhir. Termasuk sistem pondasi bore pile beton bertulang (RC Bore Pile).
Sistem pondasi bore pile ini adalah metode konstruksi pondasi yang menggunakan teknik pengeboran tanah terlebih dahulu sebelum memasukan tulangan dan beton ke dalam lubang bor.
Pondasi ini berfungsi untuk memindahkan beban bangunan ke lapisan tanah yang lebih kuat dan stabil.
Struktur bawah dengan dua pilar dan dua abutment (kepala jembatan) serta struktur atas bentang tiga span berkelanjutan menggunakan metode balanced cantilever.
Metode ini adalah teknik konstruksi jembatan yang memanfaatkan prinsip kantilever seimbang untuk membangun struktur jembatan tanpa menggunakan sistem perancah.
Jembatan IV Palu juga telah menggunakan prestressed concrete box girder untuk menjamin kekuatan dan ketahanan terhadap beban maupun bencana alam.
Prestressed concrete box girder adalah jembatan yang menggunakan struktur balok (girder) berbentuk kotak (box) yang terbuat dari beton prategang.
Beton ini memiliki baja dalamannya yang telah dipres dengan gaya tekan.
Dengan total panjang proyek ini 1.073 meter dengan panjang jembatan utama mencapai 250 meter dan lebar 12 meter.
Sebelumnya, para pekerja telah menyelesaikan pengaspalan jembatan IV Palu mencakup area 10.730 meter persegi dan penimbunan di sisi kiri-kanan sepanjang 800 meter.
Pengaspalan menjadi bagian akhir yang mengukuhkan konstruksi jembatan IV Palu.
Namun saat ini masih ada pekerjaan tambahan, yaitu pekerjaan proteksi oprit yang tidak masuk dalam hibah dari Japan International Coorporation Agency (JICA) atau Badan Kerjasama International Jepang.
"Berupa pemasangan block beton," ujar Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Dadi Muradi dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/5/2025).
Jembatan ini nantinya akan melewati tahap uji beban loading dan uji fungsi kelayakan jembatan sebelum diresmikan.
Audit akan dilakukan oleh Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan (KKJTJ) dalam beberapa bulan ke depan.
"Jadi peresmian belum dapat dilakukan dalam waktu dekat," singkat Dadi. (ril)
Editor : Syahril.