RADAR PALU - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang Provinsi Sarangani dan kawasan Mindanao, Filipina, memicu respons cepat dari otoritas kesejahteraan sosial setempat. Menanggapi ancaman gempa susulan dan peringatan tsunami, pemerintah langsung mengaktifkan status siaga penuh guna menjamin keselamatan warga di posko-posko pengungsian.
Melansir laporan dari kantor berita Philippine News Agency (PNA), Menteri Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) Filipina, Rex Gatchalian, telah menginstruksikan seluruh direktur regional di Mindanao untuk bergerak cepat. Fokus utama saat ini adalah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah (LGU) demi mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Mobilisasi Logistik Massal di Wilayah Terdampak
Baca Juga: MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulteng, Sarana Memperkuat Ukhuwah Islamiah
Guna mengantisipasi dampak kerusakan yang meluas, DSWD memastikan bahwa rantai pasok bantuan pangan dalam kondisi aman. Di wilayah Mindanao sendiri, sebanyak 1,1 juta kotak Paket Pangan Keluarga (FFP) sudah siap didistribusikan kapan saja ke titik-titik pengungsian.
Langkah taktis ini sejalan dengan komitmen Presiden Filipina, Ferdinand R. Marcos Jr., yang menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan warga Mindanao berjuang sendirian dalam menghadapi bencana ini.
Secara nasional, Kelompok Manajemen Respons Bencana (DRMG) mencatat ada sekitar 4,7 juta paket pangan yang telah disebar di berbagai gudang strategis di seluruh Filipina per 2 Juni. Ketersediaan stok dalam skala besar ini membuat penanganan darurat di Kota General Santos dan sekitarnya bisa berjalan tanpa kendala logistik yang berarti.
Dapur Umum Mobile dan Pekerja Sosial Mulai Diterjunkan
Bukan sekadar mengirimkan bahan pangan, pemerintah juga mulai mengoperasikan infrastruktur penunjang di lapangan. Menteri Gatchalian memerintahkan pengerahan dapur umum bergerak (mobile kitchen) dan pusat komando berjalan untuk mendekati lokasi pengungsian tersentralisasi.
"Kami memastikan bantuan dapat segera dikirimkan. Kami juga menginstruksikan seluruh kantor lapangan untuk menugaskan pekerja sosial ke pusat-pusat evakuasi guna mendampingi warga," ujar Gatchalian dalam pernyataan resminya.
Tim Respons Cepat (QRT) kini disiagakan 24 jam untuk memantau situasi di lapangan. Mengingat Filipina berada di lingkaran Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), wilayah ini memang sangat rentan terhadap aktivitas seismik berkekuatan tinggi. Kehadiran pekerja sosial di lapangan diharapkan mampu mempercepat pendataan sekaligus memberikan dukungan awal bagi para korban yang syok.
Imbauan Waspada Gempa Susulan dan Tsunami
Hingga saat ini, pihak berwenang terus meminta warga di pesisir Mindanao dan Sarangani untuk tetap berada di zona aman atau pusat evakuasi yang telah ditentukan. Potensi gempa susulan yang kuat serta ancaman tsunami membuat masyarakat diimbau untuk tidak kembali ke rumah masing-masing sebelum ada pernyataan resmi dari pihak meteorologi dan geofisika setempat. ***
Editor : Muhammad Awaludin