Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Serangan AS-Israel Hantam Pabrik Obat Iran, Pasokan Diabetes dan Jantung Menipis

Muhammad Awaludin • Selasa, 28 April 2026 | 16:40 WIB
Dampak serangan AS-Israel membuat pasokan obat di Iran menipis, termasuk untuk diabetes dan jantung. (Ilustrasi ai)
Dampak serangan AS-Israel membuat pasokan obat di Iran menipis, termasuk untuk diabetes dan jantung. (Ilustrasi ai)

RADAR PALU - Krisis obat mulai terasa di Iran setelah serangkaian serangan militer AS dan Israel menghantam fasilitas farmasi. Di sejumlah apotek, obat untuk penyakit kronis kini kian sulit ditemukan, memperparah tekanan di tengah konflik yang belum mereda.

Seorang apoteker di Teheran, Pejman Naim, mengatakan kelangkaan obat makin nyata dirasakan masyarakat. Ia menyebut obat untuk diabetes dan penyakit kardiovaskular termasuk yang paling sulit diperoleh saat ini.

Menurut otoritas Iran, sejak 28 Februari, sekitar 25 fasilitas farmasi menjadi target serangan. Fasilitas yang terdampak mencakup pabrik obat kanker, anestesi, hingga pengobatan multiple sclerosis. Bahkan, Institut Pasteur Teheran, produsen vaksin utama negara itu, turut terdampak. 

Baca Juga: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kena Tembakan Tank Israel

“Beberapa obat memang sudah terbatas sejak awal konflik. Tapi sekarang situasinya jauh lebih parah, warga kesulitan mendapatkannya di pasaran,” kata Pejman Naim.

Meski demikian, ia menilai kondisi masih bisa dikendalikan. Pemerintah Iran telah membuka layanan hotline untuk membantu warga melacak ketersediaan obat serta lokasi apotek yang masih memiliki stok.

Di lapangan, para apoteker juga membangun jaringan komunikasi untuk saling bertukar informasi, memastikan pasien tetap bisa mendapatkan obat yang dibutuhkan.

Namun tekanan terhadap sektor farmasi belum mereda. Sanksi ekonomi membuat obat impor tertentu makin langka, sementara bahan baku produksi sulit didapat. Dampaknya, harga obat melonjak, sementara daya beli masyarakat justru melemah. 

Baca Juga: Langit Israel Dipenuhi Puluhan Ribu Lebah, Warga Panik: Pertanda Bencana atau Fenomena Alam?

“Perang berdampak langsung ke apotek. Penjualan turun, harga naik, dan masyarakat makin kesulitan membeli obat penting,” ujar Pejman Naim.

Ia berharap situasi bisa membaik jika gencatan senjata tercapai atau konflik berakhir, sehingga distribusi obat kembali normal dan akses masyarakat pulih.

Sebelumnya, pemerintah Iran berulang kali menyebut serangan terhadap fasilitas farmasi sebagai bentuk kejahatan perang.***

 

Editor : Muhammad Awaludin
#Serangan AS Israel #Krisis Obat #konflik timur tengah #iran #kesehatan global