RADAR PALU - Penembakan White House Correspondents mendadak mengguncang Washington, Sabtu (25/4) malam waktu setempat. Presiden AS Donald Trump bahkan harus dievakuasi dari lokasi acara saat situasi berubah mencekam.
Insiden terjadi di ajang tahunan jamuan makan malam White House Correspondents di Washington Hilton. Seorang petugas dilaporkan tertembak dari jarak sangat dekat oleh pelaku bersenjata.
Trump memastikan korban selamat karena mengenakan rompi antipeluru. Ia menyebut kondisi petugas saat ini stabil dan tidak dalam bahaya.
Baca Juga: Irwan Lapatta Kembali ke Akar: Motivasi Pemuda Kinovaro, Tekankan Persatuan dan Jauhi Narkoba
“Seorang petugas tertembak, tetapi selamat karena ia mengenakan rompi antipeluru yang sangat baik,” kata Trump dalam konferensi pers.
Menurut Trump, pelaku menggunakan senjata dengan daya tembak tinggi. Namun, perlindungan yang dikenakan korban berhasil menahan dampak fatal dari tembakan tersebut.
“Ia ditembak dari jarak sangat dekat dengan senjata yang sangat kuat, dan rompi itu berfungsi,” ujarnya.
Baca Juga: Laporan Prof Zainal Abidin Mandek 2 Tahun, FPN Desak Polda Sulteng Segera Tuntaskan Kasus
Ketegangan semakin terasa ketika aparat keamanan langsung mengevakuasi Trump dan Ibu Negara Melania Trump dari lokasi acara. Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman lanjutan.
Sementara itu, pelaku disebut membawa lebih dari satu senjata saat beraksi. Trump menduga pelaku memiliki gangguan serius dan bertindak sendiri tanpa keterlibatan pihak lain.
“Sepertinya dia orang sakit, sangat sakit,” kata Trump.
Media setempat melaporkan tersangka telah diidentifikasi sebagai Cole Thomas Allen (31). Ia kini telah diamankan dan berada dalam tahanan pihak berwenang.
Ketika ditanya apakah dirinya menjadi target utama dalam penembakan White House Correspondents tersebut, Trump menjawab singkat, “Saya kira begitu.”
Namun, ia menepis dugaan awal yang mengaitkan insiden ini dengan konflik internasional, termasuk Iran.
“Saya rasa tidak. Tapi kita tak pernah tahu,” ucapnya.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta, DPR Desak Pelaku Dihukum Maksimal
Di sisi lain, Penjabat Jaksa Agung Todd Blanche memastikan proses hukum terhadap pelaku akan segera berjalan. Ia menyebut dakwaan akan mencakup sejumlah pelanggaran serius, mulai dari penembakan hingga kepemilikan senjata api ilegal.
“Saya perkirakan dakwaan akan segera diajukan. Tuduhannya jelas,” kata Blanche.
Selain itu, Direktur FBI Kash Patel menyatakan pihaknya kini tengah mendalami latar belakang tersangka. Investigasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada ancaman lain yang membahayakan keamanan nasional.
“Proses itu sudah dimulai. Kami akan menganalisis semua bukti yang ada,” ujarnya.
Insiden penembakan White House Correspondents ini menambah daftar panjang gangguan keamanan di acara publik penting di Amerika Serikat. Peristiwa ini juga memicu kekhawatiran baru soal keselamatan pejabat tinggi dan sistem pengamanan negara.***
.
Editor : Muhammad Awaludin