JAKARTA, RADAR PALU – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, memimpin langsung delegasi Indonesia untuk menghadiri General Assembly Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26–29 April 2026.
Keikutsertaan delegasi Indonesia yang diwakili PWI Pusat menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat kerja sama antarorganisasi wartawan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalis Indonesia di tingkat internasional.
Delegasi PWI Pusat yang turut hadir dalam forum tersebut terdiri dari sejumlah pengurus pusat dan perwakilan strategis organisasi, di antaranya Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari, Direktur CAJ Ahmed Kurnia Soeriawidjaja, Wakil Direktur CAJ Yono Hartono, Ketua Bidang Pendidikan Agus Sudibyo, serta Ketua Bidang Luar Negeri Irfan Junaidi.
Baca Juga: PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Selain itu, rombongan juga diisi unsur pengurus lainnya seperti Wakil Bendahara Umum I Sumber Rajasa Ginting, Wakil Bendahara Umum II Herlina, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah Novrizon Burman, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan Kadirah, Musrifah, Mercys Charles Loho, serta Bendahara CAJ Theodorus Dar Edi Yoga.
Dalam keterangannya, Akhmad Munir berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi penguatan profesi wartawan di kawasan ASEAN.
“Saya, Ahmad Munir, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, mengucapkan selamat mengikuti konferensi wartawan ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses,” ujarnya saat rapat persiapan keberangkatan di Ruang Rapat PWI Pusat, Jumat (24/4).
General Assembly CAJ merupakan forum strategis yang mempertemukan organisasi wartawan dari negara-negara ASEAN untuk membahas berbagai isu penting, mulai dari kebebasan pers, tantangan disinformasi, hingga penguatan kolaborasi lintas negara di bidang jurnalistik.
Melalui keikutsertaan tersebut, PWI Pusat diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan media regional sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pers yang profesional, independen, dan berintegritas di kawasan Asia Tenggara. ***
Editor : Talib