RADAR PALU - Ribuan warga Iran menggelar aksi di Teheran sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta menyuarakan ketidakpercayaan penuh terhadap Amerika Serikat serta meminta pemerintah tetap bersikap tegas.
Salah satu peserta aksi, Masoumeh Alimohammadi, menilai Amerika Serikat tidak pernah menepati komitmennya terhadap Iran.
“Sejauh ini Amerika Serikat tidak menepati satu pun janji yang mereka buat kepada kami dan tidak menjalankan perjanjian yang telah disepakati,” ujarnya kepada Reuters.
Baca Juga: Update Kasus Nus Kei: Golkar Minta Usut Tuntas, Kader Diminta Tahan Diri
Ia menegaskan, meskipun jalur diplomasi tetap perlu ditempuh, Iran harus tetap bersikap waspada dan tidak mempercayai Amerika Serikat.
Peserta lainnya, Hamidreza Heidari, menyatakan bahwa masyarakat Iran tidak gentar menghadapi ancaman perang.
“Bahkan jika serangan terus-menerus terjadi, kami akan melangkah dengan kekuatan yang lebih besar. Dalam situasi ini, Amerika Serikat dan Israel tidak punya pilihan selain mengikuti tuntutan Iran,” katanya.
Baca Juga: Kemenkes Buka Rekrutmen Tenaga CPMU dan Analis Surveilans Influenza untuk Proyek CARE-I
Sementara itu, Negin Gholizade menyerukan agar pemerintah Iran tidak mundur dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.
“Kita hanya bisa mencapai perdamaian jika pihak lawan dipaksa untuk tunduk. Seperti yang terjadi sebelumnya, mereka akhirnya mundur dan menerima apa yang kami tuntut,” ujarnya.
Aksi ini mencerminkan meningkatnya sentimen nasionalisme di tengah dinamika hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya. (*)
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kampung Bahagia Sandakan, 9.007 Warga Terdampak, 1.000 Rumah Ludes
Editor : Agung Sumandjaya