Orang Tua Ungkap Korban Pengeroyokan Mahasiswa Untad Trauma dan Takut ke Kampus

MOH FATHAHILA • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 18:36 WIB
Salah satu mahasiswa Teknik Untad yang diduga menjadi korban perundungan seniornya didampingi orang tuanya memberikan keterangan Pers di LBH Sulteng. FOTO: MOH FATHAHILA
Salah satu mahasiswa Teknik Untad yang diduga menjadi korban perundungan seniornya didampingi orang tuanya memberikan keterangan Pers di LBH Sulteng. FOTO: MOH FATHAHILA

RADAR PALU – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) berinisial HH, yang disebut menjadi korban dugaan pengeroyokan, mengalami trauma hingga takut kembali ke kampus. Kondisi tersebut membuat HH merasa tidak lagi aman berada di lingkungan Fakultas Teknik.

Kondisi HH diungkapkan ayahnya dalam konferensi pers di Kantor LBH Sulawesi Tengah, Jalan Djojokodi, Kota Palu, Kamis (8/10/2026).

Ayah HH mengatakan, anaknya sebelumnya sangat bangga menjadi mahasiswa Untad, khususnya Fakultas Teknik. Namun, setelah mengalami dugaan pengeroyokan, HH mengalami trauma dan enggan kembali ke kampus.

Baca Juga: Ternyata Mahasiswa FT Untad Mengaku Disekap Seniornya 5 Jam Sampai Jam 10 Malam di Lab Kampus

“Anak saya merasa tidak aman lagi berada di lingkungan kampus. Sebenarnya fakultas itu adalah fakultas kebanggaannya dia. Tetapi karena peristiwa yang dia alami, pengeroyokan itu, dia mengalami trauma dan takut untuk ke kampus,” katanya.

Ia juga mengatakan hingga saat ini belum ada mediasi maupun komunikasi dari pihak kampus dengan keluarga korban. Ia berharap persoalan tersebut segera diselesaikan agar kondisi anaknya dapat membaik.

“Sampai sekarang tidak ada mediasi, tidak ada juga komunikasi sampai sejauh ini dengan kami sebagai orang tua. Namun harapan kami supaya peristiwa ini segera diselesaikan,” ujarnya.

Baca Juga: Fakultas Teknik Untad Telusuri Dugaan Pengeroyokan Dua Mahasiswa

Berdasarkan keterangan dari ayah HH, keluarga kecewa karena HH merasa tidak mendapatkan rasa aman di lingkungan kampus setelah kejadian tersebut.

Sementara itu, ayah mahasiswa berinisial KRG menceritakan dirinya datang ke kampus setelah mengetahui anaknya belum keluar dari lingkungan kampus. Ia kemudian meminta izin kepada security untuk menemui KRG yang disebut menjadi korban pengeroyokan di dalam kampus.

“Saya bilang, kenapa bisa sampai dia dipukul, sampai dikroyok, kok nggak bisa bicara dengan baik-baik. Mereka bilang, K main HP di dalam kelas. Tapi kalau dia bermain HP kan bisa ditegur baik-baik. Jangan main pukul,” ujar ayah KRG.

Baca Juga: Pemkot Palu Dorong Perusahaan Serap Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas

Ayah KRG juga mengungkapkan sejumlah perlakuan yang dialami anaknya setelah kejadian tersebut.

“Sampai ditelanjangi, sampai dipukul, dia ditendang di perut, dan disulut juga dengan rokok,” jelas ayah KRG.

Menurutnya, KRG kemudian memilih melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Ia turut mendampingi anaknya ke Polres untuk menjalani pemeriksaan.

Baca Juga: PT TMG Siapkan Langkah Hukum Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen, Ada Keterlibatan Oknum TNI

Kedua keluarga berharap persoalan tersebut segera diselesaikan sehingga para korban dapat kembali merasa aman dan melanjutkan aktivitas perkuliahan.***

Editor : MOH FATHAHILA
Fakultas Teknik Untad Pengeroyokan Mahasiswa palu untad mahasiswa untad