RADAR PALU – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masih melakukan pendalaman terhadap dugaan keterlibatan jaringan terorisme tiga orang yang ditangkap di Sulawesi Tengah. Proses pengembangan dilakukan untuk mengungkap afiliasi serta peran masing-masing terduga dalam jaringan yang tengah diselidiki.
Penangkapan tersebut berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, di dua wilayah berbeda di Sulawesi Tengah. Dua terduga diamankan di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. Sementara seorang lainnya ditangkap di wilayah Kabupaten Poso.
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin membenarkan adanya penangkapan tersebut. Informasi itu disampaikan melalui keterangan tertulis pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Sulteng, Ini Lokasinya
“Ya benar, pada Jumat (2/10/2026) kemarin ada penangkapan terhadap tiga terduga teroris di dua tempat berbeda,” kata Achmad Muhaimin.
Dia menyebut, dua orang yang ditangkap di Kabupaten Parigi Moutong masing-masing berinisial A dan CG. Sedangkan terduga lainnya yang diamankan di Kabupaten Poso berinisial S.
Namun, hingga saat ini aparat belum menyampaikan secara rinci mengenai identitas lengkap maupun peran ketiga orang tersebut dalam jaringan yang sedang didalami.
Achmad mengatakan, proses penanganan terhadap ketiga terduga masih dilakukan Densus 88 Antiteror Polri. Aparat masih melakukan pendalaman dan pengembangan untuk mengungkap dugaan keterkaitan ketiganya dengan jaringan terorisme.
Baca Juga: Tanpa Perlawanan, Delapan Terduga Teroris Afiliasi ISIS di Parimo dan Poso Ditangkap Densus 88
“Penangkapan ini masih dalam proses pendalaman oleh Densus 88 Antiteror Polri,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan diperlukan untuk mengetahui lebih jauh dugaan afiliasi jaringan serta aktivitas yang berkaitan dengan ketiga orang yang telah diamankan tersebut.
Polda Sulteng juga mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap menjaga situasi keamanan di lingkungan masing-masing. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait penangkapan tersebut.
Achmad mengajak masyarakat menjadi mitra aparat keamanan dengan memberikan informasi apabila menemukan aktivitas maupun keberadaan orang yang dinilai mencurigakan.
“Jika melihat orang yang mencurigakan dalam lingkungan sekitarnya agar segera melaporkan kepada pihak yang berwajib,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama antara masyarakat dan aparat dapat membantu menjaga kondisi keamanan di Sulawesi Tengah tetap aman dan kondusif.
Editor : Wahono.