RADAR PALU – Warga Kota Palu diimbau lebih waspada terhadap maraknya modus lowongan kerja palsu di media sosial. Seorang warga, Shindy Klaudia, menjadi korban dugaan pembegalan setelah menerima tawaran kerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dengan gaji Rp2,3 juta per bulan dari seseorang yang dikenalnya melalui grup Facebook Info Kota Palu.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (25/2/2026) pagi. Korban diminta bertemu di kawasan Merpati, lalu membonceng terduga pelaku menuju arah Tondo hingga jalur Layana.
Di jalan sepi menuju perbukitan, korban mulai merasa curiga ketika pelaku berdalih menghindari razia.
“Pas dia bilang mau hindari razia dan bawa saya masuk ke jalan gunung Layana, saya sudah mulai takut,” tulis Shindy dalam unggahannya di Facebook.
Situasi semakin mencekam saat korban mengaku merasakan benda tajam menempel di perutnya. Dalam kondisi panik, ia nekat melompat dari sepeda motor di tanjakan Layana. Pelaku kemudian kabur membawa motor Honda Genio hitam velg biru miliknya.
“Barusan saya kena begal dan hampir dibunuh di Gunung Layana. Sekarang posisi saya ada di Kantor Pos Satpol PP Layana,” tulisnya.
Shindy juga mengaku akun pelaku sempat mengganti foto profil setelah ia menuduhnya berbohong.
“Saya cuma dibohongi, ditawarkan kerja dengan gaji Rp2,3 juta, setelah itu dibawa ke hutan Layana,” ungkapnya.
Ciri-ciri terduga pelaku yakni mengenakan jaket hitam kombinasi putih, helm hitam, memiliki bekas jahitan di atas bibir, serta tato di tangan kiri.
Editor : Wahono.