Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pelanggaran Tembus Seribu, E-Tilang Justru Anjlok Selama Operasi Zebra

Nur Soima Ulfa • Minggu, 30 November 2025 | 17:30 WIB

TILANG: Ilustrasi tilang pada operasi Zebra.
TILANG: Ilustrasi tilang pada operasi Zebra.
RADAR PALU – Pelaksanaan Operasi Zebra Tinombala 2025 oleh Polda Sulawesi Tengah memasuki hari ke-10 pada Jumat (28/11/2025). Seiring berjalannya operasi, data pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Operasi Daerah melalui Kasatgas Gakkum, Kompol Dr. Candra Tangoi, Berdasarkan hasil rekapitulasi, salah satu temuan paling mencolok terdapat pada sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Pada 2024, penindakan ETLE statis tercatat nihil. Namun pada 2025 melonjak drastis menjadi 790 pelanggar, atau naik 100 persen. Lonjakan serupa juga terjadi pada ETLE mobile yang sebelumnya nihil pada 2024, meningkat menjadi 283 pelanggar pada 2025.

Sebaliknya, penindakan melalui E-Tilang mengalami penurunan tajam. Jika pada 2024 tercatat 1.114 penindakan, maka pada 2025 hanya ditemukan 3 penindakan, atau menurun hingga 100 persen. Adapun teguran yang diberikan petugas tahun ini meningkat tipis dari 13.083 menjadi 13.439 teguran, atau naik 3 persen.

Trend peningkatan juga muncul pada angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Zebra. Tahun 2024 mencatat 18 kejadian, sementara pada 2025 meningkat menjadi 27 kasus, naik 50 persen. Korban meninggal dunia bertambah dari 7 menjadi 11 jiwa (57 persen).

Korban luka berat naik dari 10 menjadi 12 jiwa atau meningkat 20 persen. Sementara luka ringan meningkat cukup tinggi, dari 15 menjadi 25 korban, atau naik 67 persen.

Meski angka pelanggaran dan kecelakaan meningkat, nilai kerugian materil justru menurun dari Rp100.100.000 pada 2024 menjadi Rp72.100.000 pada 2025, atau turun 28 persen.

Kompol Candra Tangoi menjelaskan bahwa melonjaknya pelanggaran yang terekam ETLE merupakan bukti efektivitas sistem dalam menangkap berbagai pelanggaran yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Menurutnya, teknologi tersebut membantu memperluas pengawasan tanpa harus bergantung pada kehadiran fisik petugas.

“ETLE bekerja secara objektif dan terus-menerus. Karena itu angka yang muncul meningkat, bukan berarti masyarakat semakin melanggar, tetapi karena sistem mampu merekam lebih banyak pelanggaran yang sebelumnya tidak tercatat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap bentuk pelanggaran sekecil apapun dapat memicu kecelakaan. Karena itu, disiplin berkendara harus menjadi kesadaran kolektif.

“Kami mengimbau seluruh pengendara untuk selalu mematuhi aturan. Gunakan helm SNI, patuhi batas kecepatan, lengkapi surat kendaraan, dan jangan main ponsel saat berkendara. Keselamatan adalah kebutuhan bersama,” tegasnya.

Kompol Candra berharap Operasi Zebra dapat meningkatkan kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. “Kedisiplinan tidak hanya saat operasi berlangsung. Jika semua pihak berperan, angka kecelakaan pasti bisa ditekan,” pungkasnya. (who)

Editor : Nur Soima Ulfa
#E Tilang #Operasi Zebra Tinombala 2025 #Electronic Traffic Law Enforcement #Kasatgas Gakkum Kompol Dr Candra Tangoi