Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Polsek Palu Barat Selidiki Dugaan Pencurian Kabel Sirine EWS di Kelurahan Lere

Nur Soima Ulfa • Kamis, 27 November 2025 | 18:00 WIB

Iptu Makmur Johan
Iptu Makmur Johan
RADAR PALU- Polsek Palu Barat tengah mendalami laporan dugaan pencurian kabel sirine sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu yang terpasang di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat. Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat fungsi vital alat sirene sebagai peringatan dini bencana bagi masyarakat pesisir.

Kapolsek Palu Barat, Iptu Makmur Johan, Rabu (26/11) saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dari BPBD Kota Palu. Ia menyebutkan bahwa penyidik saat ini masih memproses laporan dan mengumpulkan keterangan awal terkait dugaan pencurian tersebut.

“Iyah benar, kami sudah menerima laporannya dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Makmur Johan.

Menurutnya, penyidik akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian, termasuk menelusuri bukti-bukti yang dapat mengarah pada identitas pelaku. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BPBD untuk mengetahui spesifikasi kabel yang hilang serta dampak yang ditimbulkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu, Irfan Suebo, menegaskan kabel yang dicuri bukan sekadar kabel biasa, melainkan komponen penting yang menghubungkan sistem kerja sirene peringatan dini. Ia menjelaskan bahwa struktur kabel tersebut mengandung tembaga yang menjadi target pencurian.

“Di dalam kabel itu ada tembaga. Kalau dijual mungkin hanya sekitar Rp10 ribu per kilogram, tapi dampaknya bagi alat sangat besar. Kalau kabel ini hilang, otomatis sirene tidak bisa berbunyi dan sistem peringatan tidak berfungsi,” jelas Irfan.

Ia menilai tindakan pencurian ini sangat merugikan masyarakat, terutama di kawasan pesisir yang sangat bergantung pada alat peringatan dini tsunami. Sirene tersebut merupakan bagian dari sistem mitigasi bencana yang dipasang setelah kejadian gempa dan tsunami 2018.

Lebih lanjut, Irfan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu kepolisian dalam mengidentifikasi pelaku.

“CCTV sudah kami amankan dan sudah kami serahkan informasinya ke Polsek Palu Barat. Kami berharap pelakunya segera ditemukan,” tambahnya.

BPBD Kota Palu juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas peringatan dini bencana yang ada di lingkungan masing-masing. Menurut Irfan, alat seperti sirene bukan hanya aset pemerintah, melainkan perangkat keselamatan yang sangat penting bagi warga. (who)

Editor : Nur Soima Ulfa
#kabel sirine #Early Warning System #Kapolsek Palu Barat Iptu Makmur Johan #Polsek Palu Barat #kabel