Perbankan Sulteng Tumbuh 19,55 Persen, Kredit Tembus Rp67,91 Triliun

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:03 WIB
DOK OJK SULTENG 
kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan, Bonny Hardi Putra.(Dok: OJK Sulteng).
DOK OJK SULTENG  kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan, Bonny Hardi Putra.(Dok: OJK Sulteng).

RADAR PALU - Perkembangan Perbankan di Sulawesi Tengah secara year on year (yoy) mengalami pertumbuhan hingga 19,55 persen. Hal tersebut ditandai dengan indikator pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga dan Kredit. 

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra menyampaikan bahwa berdasarkan data OJK total aset perbankan di Sulteng mencapai Rp92,04 Triliun pada Juli 2026 sementara pada Juli Tahun 2025 total aset mencapai Rp76,99 Triliun. 

"Ini tentu menunjukkan trend yang cukup baik," ujar Bonny dalam kegiatan Journalist Update Triwulan III yang berlangsung di Tentena pada Selasa (14/10/2026).

Baca Juga: Gerebek Kayumalue Lagi, Polisi Ciduk 17 Orang dan Sita Senjata Tajam

Adapun dari sisi dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp43,15 Triliun atau bertumbuh 11,24 persen secara yoy. Penyaluran kredit juga mengalami kenaikan yang signifikan, mencapai Rp67,91 Triliun atau meningkat 18,06 persen dibandingkan pada Juli 2025. 

"Perkembangan kredit secara year on year pada Juli 2025 mencapai Rp57,52 Triliun. Ini meningkat hingga 18,06 persen," katanya.

Sementara itu, kredit UMKM pada periode April hingga Juli 2026, total kredit UMKM mencapai Rp18,01 persen. Berdasarkan data untuk sektor usaha menengah kredit UMKM mencapai 10,40 persen atau Rp1,87 Triliun, usaha kecil 35,43 persen atau Rp6,38 Triliun sementara sektor mikro mencapai 54,17 persen atau Rp9,76 Triliun. 
Baca Juga: Haka Auto Perkuat Layanan Purna Jual BYD di Sulawesi, Dorong Kepercayaan Konsumen

"Indikator perbankan tumbuh secara year on year tapi kredit UMKM tidak mengalami perkembangan dengan kontraksi hanya 0,60 persen pada Juni 2026 ke Juli 2026. Ini menjadi catatan sendiri untuk perbankan didaerah terhadap kinerja yang secara umum mencatatkan angka positif," ungkapnya. 

Namun, berdasarkan data pertumbuhan aset, DPK dan kredit menjadi gambaran bahwa intermediasi perbankan di Sulteng berjalan dengan baik. 

Hal ini menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar pertumbuhan pembiayaan kepada pelaku usaha di Sulteng dapat dijangkau lebih luas.***

Editor : Rina Abd Halik
Aset Kredit perbankan umkm OJK Sulteng