Pegadaian Tawarkan Investasi Emas Kepada Petani

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:34 WIB
Deputy Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah berfoto bersama Wakil Bupati Kabupaten Poso usai penandatanganan MoU. (Rina/Radar Palu).
Deputy Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah berfoto bersama Wakil Bupati Kabupaten Poso usai penandatanganan MoU. (Rina/Radar Palu).

RADAR PALU – PT Pegadaian Kantor Area Palu menyiapkan program pembukaan tabungan emas gratis bagi petani sebagai langkah awal meningkatkan literasi keuangan dan investasi di kalangan petani.

Deputy Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah, mengatakan, program tersebut diharapkan dapat membantu petani mengelola hasil panen agar tidak hanya disimpan dalam bentuk uang tunai, tetapi juga dikonversi menjadi aset investasi berupa emas.

Menurut Putra, berdasarkan informasi yang diterima dari rekan-rekan di Pendolo, sebagian besar petani di wilayah tersebut masih menyimpan uang hasil panen di rumah, bahkan di bawah bantal. Kondisi itu menunjukkan perlunya edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan investasi.

Baca Juga: BPJS Soroti Kekurangan Dokter di Sulteng, Revisi Perda Kesehatan Didorong Perkuat Puskesmas

“Jadi mungkin tahap awal nanti para petani di sini kita akan bukakan tabungan emas gratis. Kemudian, dari situ hasil-hasil panennya nanti akan kita konversi ke tabungan emas,” ujar Aspin kepada Radar Palu saat ditemui pada Selasa (13/10/2026).

Melalui program tersebut, Pegadaian berharap petani dapat memiliki aset investasi dari hasil panen mereka. Dengan demikian, ketika musim panen tiba, hasil yang diperoleh petani dapat dialihkan menjadi tabungan emas.

Putra menjelaskan, rencana tersebut merupakan salah satu harapan dalam kerja sama yang akan dijalankan sebagai tahap awal. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan diskusi awal bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan melibatkan sejumlah Industri Jasa Keuangan (IJK).

Baca Juga: Tak Semua Layanan Ditanggung BPJS, DPRD Sulteng Perkuat Berani Sehat

Dalam pembahasan tersebut, terdapat beberapa IJK yang menjadi bagian dari diskusi. Namun, pada tahap selanjutnya, pihak yang tersisa untuk pembahasan kerja sama adalah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Pegadaian. Sementara itu, BPJS memiliki karakteristik produk yang berbeda.

Ia menerangkan, PNM bergerak pada pembiayaan, sedangkan Pegadaian menawarkan pendekatan melalui investasi emas bagi petani.

Ke depan, Pegadaian juga akan melakukan sosialisasi secara langsung kepada petani sebagai bagian dari rencana tindak lanjut kerja sama. Sosialisasi tersebut akan diawali dengan kegiatan literasi keuangan agar petani memahami pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca Juga: DPRD Sulteng Sempurnakan Perda Kesehatan, Perlindungan Nakes dan Pemerataan Berani Sehat Jadi Sorota

“Pastinya itu nanti yang akan segera jadi action plan kami. Kita literasi dulu, sosialisasi supaya mereka paham dulu. Nanti kira-kira mana yang tepat, apakah pembiayaan ataupun investasi, itu nanti akan kita eksekusi,” pungkasnya.***

Editor : Rina Abd Halik
petani Tabungan Emas pegadaian Investasi Emas Pemkab Poso