Wawali Berharap Inflasi di Kota Palu Tetap Terkendali

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:24 WIB
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin saat memimpin Rakoor TPID.(Dok: Humas Pemkot Palu).
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin saat memimpin Rakoor TPID.(Dok: Humas Pemkot Palu).

RADAR PALU – Pemerintah Kota Palu diminta menjaga tren inflasi tetap terkendali. Hingga September 2026, inflasi Kota Palu tercatat 2,80 persen secara year on year (y-on-y) dan menempatkan Palu dalam 10 daerah dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.

Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu yang dipimpin Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu.

Dalam laporan yang dibahas, inflasi Palu secara month to month (m-to-m) tercatat 0,17 persen. Sedangkan secara year to date (y-to-d) mencapai 2,82 persen. Imelda meminta capaian tersebut dipertahankan dengan memperkuat langkah pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok.

Baca Juga: Pemkab Morut Gandeng Untad Tingkatkan Kompetensi ASN

“Kita termasuk 10 besar dengan daerah inflasi terendah. Jangan sampai kita terlempar,” kata Imelda pada Selasa (6/10/2026).

Sejumlah program pengendalian inflasi kemudian dievaluasi. Di antaranya pasar murah, program Gade Nolumako, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting serta pasar tani. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan sekaligus daya beli masyarakat.

Rapat juga membahas program Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan), khususnya KelurahanMenanam. Program ini dijalankan di sejumlah kelurahan dengan pengembangan komoditas yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Baca Juga: 78 Mahasiswa STIFA Pelita Mas Palu KKN di Morut

Komoditas yang dikembangkan antara lain bawang merah, cabai rawit, tomat, sawi hijau, dan kangkung.

Imelda menyebut, pada pagi hari sebelum rapat TPID, dirinya memimpin panen tomat di kawasan pertanian Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore.

“Ini luar biasa walaupun di tengah El Nino. Ukurannya memang agak kecil tapi ini perdana dan itu bisa kita taruh di Jamilah yang ada di CFD,” ungkapnya.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Perkuat Harmonisasi Regulasi Pengelolaan Sampah dan Tata Kelola BLUD Parimo

Panen tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat kelurahan melalui pemanfaatan lahan dan produksi komoditas pangan lokal.

Penguatan produksi pangan lokal juga diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi. Produksi komoditas di tingkat kelurahan diharapkan membantu menjaga ketersediaan pasokan dan mengurangi tekanan harga komoditas pangan strategis.

Imelda menekankan agar seluruh OPD terkait terus bersinergi dalam menjaga pengendalian inflasi dan pelaksanaan program ketahanan pangan di Kota Palu.

“Yang penting itu inflasi kita terkendali dan ketersediaan pasokan terjaga,” pungkasnya.***

Editor : Rina Abd Halik
inflasi Palu pengendalian inflasi Ketahanan pangan Pemkot Palu TPID