BNI Perkuat Pelestarian Batik, Dorong Perajin dan UMKM Naik Kelas

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 12:08 WIB
BNI terus memperkuat komitmennya dalam lestarikan batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.(DOK: BNI).
BNI terus memperkuat komitmennya dalam lestarikan batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.(DOK: BNI).

RADAR PALU – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. Tidak hanya menjadikan batik sebagai bagian dari busana kerja, BNI juga mendorong penguatan perajin dan pelaku UMKM batik agar mampu berkembang dan memperluas pasar.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Di lingkungan BNI, batik telah menjadi bagian dari busana kerja pegawai dan dikenakan dua kali dalam sepekan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk konsistensi perseroan dalam menjaga kedekatan dengan warisan budaya Indonesia sekaligus menempatkan batik sebagai bagian dari aktivitas profesional sehari-hari.

Baca Juga: Anwar Hafid Ingatkan Ilmu Pemerintahan Tak Boleh Berhenti di Kampus

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, batik memiliki nilai yang lebih luas dari sekadar warisan budaya. Di balik keberadaan batik terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan perajin dan pelaku UMKM di berbagai daerah.

“Bagi BNI, batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak perajin dan pelaku UMKM. Karena itu, pelestarian batik perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan keberlanjutan para pelakunya,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, pelestarian batik perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan produk dan memperluas pasar.

Baca Juga: HUT PT IMIP Dirangkai Umumkan Pemenang Karya Jurnalistik 2026. Berikut Juaranya..

Untuk itu, dukungan BNI diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari partisipasi dalam kegiatan budaya hingga pemberdayaan UMKM. Langkah tersebut dilakukan agar produk batik dan kriya Indonesia semakin dikenal sekaligus memiliki peluang untuk berkembang.

Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui partisipasi BNI dalam Puspa Nuswantara 2026 yang digelar pada Juli lalu di Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, BNI menghadirkan sejumlah UMKM binaan untuk memperluas eksposur produk batik dan kriya dari berbagai daerah. Kehadiran UMKM binaan diharapkan dapat membuka peluang pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga: Survei LKPI: Tren Elektabilitas Partai Demokrat Menurun, Perlu Penguatan Kelembagaan Serius dan Teru

Selain membuka akses promosi, BNI juga memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas perajin melalui pelatihan dan pendampingan.

Pendampingan tersebut mencakup pengembangan produk hingga penerapan praktik usaha yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku usaha diharapkan dapat terus melakukan inovasi dan meningkatkan daya saing produknya.

“Pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga bagaimana memastikan para pelaku di dalamnya dapat terus berkembang. Karena itu, kami berupaya menghubungkan pelestarian budaya dengan pemberdayaan UMKM, pengembangan produk, dan perluasan pasar,” kata Okki.

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus mendukung penguatan sektor produktif, termasuk industri kreatif berbasis budaya yang berkembang di berbagai daerah.

Baca Juga: Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Sulteng, Ini Lokasinya

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat kapasitas UMKM sekaligus mendorong produk budaya Indonesia agar memiliki daya saing yang semakin baik.

Bagi BNI, keberadaan batik tidak hanya berkaitan dengan aspek budaya, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Karena itu, upaya pelestarian diarahkan agar berjalan beriringan dengan pemberdayaan para pelaku usaha di dalam ekosistemnya.

Sejalan dengan perjalanan delapan dekade dan semangat Swadharma Bhakti Nagara, BNI menyatakan akan terus mendukung pelestarian batik melalui berbagai langkah yang tidak hanya menjaga nilai budaya, tetapi juga memperkuat keberlanjutan usaha para perajin dan pelaku UMKM.

Baca Juga: Irjen Pol Rizal Irawan Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Nasri Masuk Masa Pensiun

Melalui momentum Hari Batik Nasional, BNI berharap semakin banyak pelaku usaha batik mampu mengembangkan produk, berinovasi, dan memperluas pasar dari tingkat lokal hingga nasional maupun global.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat memastikan batik tetap menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia, sekaligus menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat yang menggantungkan usaha pada sektor tersebut.***

Editor : Rina Abd Halik
Sumber : https://www.bni.co.id/id-id/beranda/kabar-bni/berita/articleid/28825
BNI Hari Bati Nasional Perajin Batik Ekonomi Kreatif umkm