RADAR PALU – Perkembangan mobilitas masyarakat di Indonesia Timur turut mendorong perubahan kebutuhan terhadap kendaraan keluarga. Aktivitas harian yang semakin beragam, perjalanan antarkota, hingga kebutuhan bepergian bersama keluarga membuat aspek kenyamanan, kapasitas, efisiensi, dan fleksibilitas menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih kendaraan.
Seiring perkembangan tersebut, kendaraan elektrifikasi mulai menjadi salah satu pilihan mobilitas masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi dan Kalimantan. Namun, karakteristik perjalanan dan kondisi geografis di Indonesia Timur membuat fleksibilitas penggunaan kendaraan masih menjadi salah satu aspek penting yang diperhatikan konsumen.
Melihat kondisi tersebut, Haka Auto memperkenalkan BYD M6 DM, kendaraan keluarga dengan teknologi Dual Mode (DM) yang mengombinasikan tenaga listrik dan mesin berbahan bakar.
Baca Juga: Sekolah Lansia Jadi Wadah Belajar dan Berdaya bagi 456 Lansia di Sulteng
Teknologi tersebut menawarkan alternatif bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara elektrifikasi, namun tetap memiliki fleksibilitas dalam menentukan sumber tenaga sesuai kebutuhan perjalanan.
Operation General Manager Region East Haka Auto, Lucky Ismail Hariyanto mengatakan, karakteristik mobilitas masyarakat Indonesia Timur cukup beragam. Kendaraan tidak hanya digunakan untuk aktivitas di dalam kota, tetapi juga untuk perjalanan keluarga dengan jarak yang lebih jauh.
“Indonesia Timur memiliki karakteristik mobilitas yang beragam. Masyarakat tidak hanya menggunakan kendaraan untuk aktivitas dalam kota, tetapi juga untuk perjalanan keluarga dan perjalanan dengan jarak yang lebih jauh. Karena itu, kami melihat fleksibilitas menjadi salah satu hal penting ketika masyarakat mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi,” ujar Lucky.
Baca Juga: FKM Unismuh Palu dan BYD Haka Perkuat Kolaborasi Teknologi Ramah Lingkungan
Menurutnya, perkembangan kendaraan elektrifikasi di kawasan Timur Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan. Namun, juga bagaimana teknologi tersebut dapat diterima dan digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Ia menilai edukasi serta pengalaman langsung masyarakat menjadi bagian penting dalam proses transisi menuju kendaraan elektrifikasi. Dengan demikian, konsumen dapat memahami teknologi yang tersedia dan menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan mobilitas masing-masing.
“Transisi menuju kendaraan elektrifikasi merupakan sebuah proses. Kami melihat edukasi dan pengalaman langsung masyarakat menjadi bagian penting agar konsumen dapat memahami teknologi yang tersedia dan menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan mobilitas mereka,” tambahnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Anak Muda, BYD Atto 1 Mulai Jadi Pilihan Keluarga
Di Palu, penerimaan terhadap kendaraan elektrifikasi juga terus berkembang seiring hadirnya pilihan teknologi yang semakin beragam. Kehadiran dealer BYD Haka Palu di Jalan R.E. Martadinata menjadi salah satu bagian dalam mendukung perkembangan mobilitas berbasis elektrifikasi di Sulawesi Tengah.
Branch Manager BYD Haka Palu, Deswanthy Sari mengatakan, karakter mobilitas masyarakat Palu cukup khas. Kendaraan keluarga tidak hanya digunakan untuk menunjang aktivitas perkotaan dan kegiatan sehari-hari, tetapi juga perjalanan lintas daerah.
Menurutnya, masyarakat Palu memiliki kebutuhan kendaraan yang dapat menunjang mobilitas harian sekaligus perjalanan antardaerah, seperti menuju Parigi Moutong, Poso hingga Donggala.
“Masyarakat Palu memiliki ritme mobilitas yang aktif dan adaptif. Kendaraan keluarga sering kali dipakai untuk multi-peran, baik urusan kerja harian di pusat kota maupun perjalanan jauh bersama keluarga melintasi jalur antarwilayah di Sulteng,” ungkap Deswanthy.
Baca Juga: Dokumen Asli Surat Bupati Sigi Ditemukan Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati Terkejut
Ia mengatakan, kondisi geografis dan jarak tempuh perjalanan di Sulawesi Tengah membuat efisiensi penggunaan bahan bakar serta keandalan kendaraan menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat.
Dalam kondisi tersebut, Deswanthy menilai teknologi Dual Mode dapat menjadi salah satu alternatif bagi konsumen yang ingin merasakan efisiensi berkendara menggunakan tenaga listrik, sekaligus tetap memiliki fleksibilitas ketika melakukan perjalanan jarak jauh.
“Melalui pendekatan Dual Mode ini, warga Palu bisa menikmati kenyamanan berkendara bertenaga listrik untuk rute harian, sekaligus tetap tenang dan fleksibel saat harus menempuh rute jarak jauh,” tuturnya.
Baca Juga: BRI Gebyar Lelang 2026 Tawarkan 5.000 Aset Properti di 74 Lokasi, KPR Mulai 3,17 Persen
Karena itu, pihaknya akan terus mengedepankan edukasi dan pengalaman langsung bagi calon konsumen. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memahami penggunaan teknologi elektrifikasi sekaligus melihat kesesuaiannya dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari.
“Fokus utama kami di BYD Haka Palu adalah terus mendampingi konsumen lewat edukasi dan pengalaman langsung, agar masyarakat dapat merasakan sendiri bagaimana teknologi ini bisa menjawab kebutuhan mobilitas mereka di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.***
Editor : Rina Abd Halik