Ancaman Kekeringan, Dinas TPH Optimistis Produksi Padi Sulteng Tetap Stabil

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 16:01 WIB
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dodot Tinarso. (Rina/Radar Palu).
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dodot Tinarso. (Rina/Radar Palu).

RADAR PALU – Dampak musim kering terhadap sektor pertanian di Sulawesi Tengah mulai dirasakan di beberapa wilayah. Namun, produksi padi di sejumlah daerah sentra produksi disebut masih relatif aman.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah, Dodot Tinarso mengatakan terdapat sejumlah wilayah yang mengalami penurunan debit air. Salah satunya di wilayah Banggai.

“Memang jujur pasti ada dampak. Tinggal disiasati, kemarin waktu panen raya juga kelompok tani minta pompanisasi, biar airnya bisa naik. Kalau daerah Banggai sana masih bisalah, solusinya ada,” ujar Dodot kepada media saat ditemui pada Jumat (2/10/2026).

Baca Juga: Sekolah Lansia Jadi Wadah Belajar dan Berdaya bagi 456 Lansia di Sulteng

Meski demikian, kondisi berbeda terjadi di wilayah Donggala. Debit air di daerah tersebut relatif kecil, sementara bantuan pompanisasi dari kementerian jumlahnya terbatas.

Dodot menyebut, masyarakat di salah satu daerah sebelumnya juga telah mengusulkan pembangunan waduk kepada Gubernur. Namun, kewenangan pembangunan waduk berada di pemerintah pusat.

“Tapi pak Gub sudah sampaikan, tetap disampaikan kepada kementerian PUPR terkait keluhan masyarakat yang ada di sana dalam menghadapi ancaman kekeringan seperti saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga: BRI Gebyar Lelang 2026 Tawarkan 5.000 Aset Properti di 74 Lokasi, KPR Mulai 3,17 Persen

Terkait produksi pertanian di Sulteng, Dodot mengatakan penurunan hasil panen pada panen raya belum terlihat signifikan. Ia masih menunggu data riil hingga September dari pihak terkait.

“Insyaallah kemarin panen raya nggak terlalu signifikan penurunannya,” katanya.

Meski begitu, untuk tanaman padi, kondisi di sejumlah wilayah masih relatif aman. Dodot juga memastikan pihaknya optimistis dapat mempertahankan produksi setidaknya sama dengan tahun 2025.

Baca Juga: Menjangkau Siberut, Kementerian UMKM Perkuat Wirausaha Terdampak Bencana

“Prinsipnya menjaga minimal sama dengan hasil panen tahun kemarin,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, di tengah kondisi cuaca yang belum merata, Dodot mengimbau masyarakat agar tidak panik. Informasi mengenai kondisi cuaca dan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan akan terus dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Ia mengatakan pihaknya akan meneruskan setiap informasi dari kementerian kepada jajaran di bidang terkait untuk segera disampaikan kepada masyarakat.

“Koordinasi dengan teman-teman BMKG juga, terkait wilayah-wilayah mana yang mungkin belum kena hujan. Informasi-informasi seperti ini yang selalu disampaikan,” pungkasnya.***

Editor : Rina Abd Halik
Padi Sulteng Kekeringan Dinas TPH Produksi Padi Pertanian