Gerakan Seribu Pelaku Usaha Ekspor Dorong UMKM Sulawesi Tengah Menuju Pasar Global

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 15:43 WIB
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menandatangani Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM menuju Pasar Global di Palu pada Senin (28/9/2026),(Rina/Radar Palu).
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menandatangani Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM menuju Pasar Global di Palu pada Senin (28/9/2026),(Rina/Radar Palu).

RADAR PALU – Badan Karantina Indonesia terus memperkuat dukungan perkarantinaan kepada pelaku usaha, khususnya UMKM dan pelaku usaha daerah, agar semakin siap memasuki pasar global.

Hal tersebut disampaikan Karo Perencanaan dan Kerjasama Badan Karantina Indonesia, Marwan, dalam kegiatan Gerakan Seribu Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM Menuju Pasar Global.

Marwan mengatakan, dalam proses mendorong pelaku usaha memasuki pasar global, penguatan kualitas produk, pemenuhan persyaratan ekspor, kepastian layanan perkarantinaan, serta dukungan dan sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan.

Baca Juga: RDP DPRD Sulteng Bahas Dugaan Penyerobotan 814 Hektare Lahan Peternakan di Napu

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, Badan Karantina Indonesia terus memperkuat perannya dalam memberikan dukungan perkarantinaan kepada para pelaku usaha sekaligus mendorong terciptanya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, dan pemerintah daerah. Kolaborasi itu diarahkan untuk mengembangkan komunitas keunggulan daerah yang berorientasi ekspor.

“Gerakan ini menjadi momentum untuk membangun ekosistem ekspor yang lebih terintegrasi dengan mempertemukan potensi pelaku usaha dan komunitas unggulan daerah dengan dukungan pemerintah dalam aspek fasilitasi, pendampingan, pemenuhan persyaratan, serta akses pasar,” ujar Marwan dalam sambutannya pada Senin (28/9/2026)

Ia berharap, melalui kolaborasi tersebut, semakin banyak pelaku usaha dan pengusaha UMKM yang memiliki kesiapan untuk meningkatkan kapasitas usahanya dan berorientasi pada pasar global.

Baca Juga: Subuh Berkah HUT ke-48, Wali Kota Palu Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian UMKM. Selain itu, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

Kegiatan juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada pelaku usaha dan ditutup dengan deklarasi bersama siap ekspor.

“Kerja sama yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan seremoni, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan kegiatan konkret," katanya.

Program tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM dan desa, pemenuhan persyaratan ekspor, serta perluasan akses pasar bagi produk-produk keunggulan daerah.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sangat tinggi kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, para Menteri, khususnya kepada Kepala Badan Karantina Indonesia, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, para pelaku usaha serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ujarnya.

Ia berharap Gerakan Seribu Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM Menuju Pasar Global menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kesiapan pelaku usaha menuju pasar global, serta mendukung semakin banyaknya produk unggulan Indonesia untuk menembus pasar internasional.

“Semoga sinergi yang telah dibangun dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan ekspor dan pertumbuhan ekonomi daerah,” harapnya.***

Editor : Rina Abd Halik
Badan Karantina Indonesia ekspor sulawesi tengah umkm Pasar global