Jalur Palu-Guangzhou Dibuka, Produk Sulteng Punya Jalan Baru ke Pasar Global

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 15:14 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid berharap jalur Palu-Guangzhou membuka akses baru bagi produk Sulawesi Tengah menuju pasar global, di tengah meningkatnya ekspor sejumlah komoditas daerah. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid berharap jalur Palu-Guangzhou membuka akses baru bagi produk Sulawesi Tengah menuju pasar global, di tengah meningkatnya ekspor sejumlah komoditas daerah. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 

 

RADAR PALU – Pasar ekspor Sulawesi Tengah tidak lagi sebatas peluang. Sejumlah komoditas dari daerah ini sudah tercatat dikirim ke berbagai negara, mulai dari kelapa, durian, hingga produk perikanan.

Data Badan Karantina Indonesia periode Januari-September 2026 mencatat ekspor kelapa bulat asal Sulawesi Tengah mencapai 39,15 juta kilogram. Komoditas tersebut dikirim ke Tiongkok, Thailand, Hong Kong, dan Vietnam.

Selain itu, bungkil kelapa mencapai 8,98 juta kilogram dengan tujuan India. Produk perikanan juga masuk dalam catatan ekspor, antara lain kerang dara sebanyak 60.310 kilogram dan ikan tuna 23.676 kilogram.

Baca Juga: Subuh Berkah HUT ke-48, Wali Kota Palu Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan

Komoditas lain yang mencatat volume besar adalah durian dari Kabupaten Parigi Moutong. Produk hortikultura tersebut telah menembus pasar Tiongkok dengan volume mencapai 8.162,7 ton.

Angka-angka tersebut menjadi gambaran bahwa sebagian produk Sulawesi Tengah sudah memiliki akses ke pasar internasional. Tantangannya kini adalah memperluas jumlah pelaku usaha yang mampu mengikuti jalur tersebut.

Hal itu menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam Deklarasi Gerakan 1.000 Pelaku Usaha BERANI Ekspor di Hotel BW Coco, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: HUT Kota Palu: “Moving In Action”, Bunda Wiwik: Saatnya Bergerak dan Bertindak Nyata

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan jalur penerbangan internasional Palu-Guangzhou dapat membuka akses baru bagi produk daerah menuju pasar global.

Menurut dia, keberadaan pelaku usaha yang sudah berhasil melakukan ekspor menunjukkan bahwa kemampuan tersebut sebenarnya telah dimiliki pelaku UMKM di Sulawesi Tengah.

“Banyak UMKM Sulteng yang selama ini diam-diam telah mampu mengekspor produknya dan menembus pasar luar negeri,” kata Anwar.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat diikuti lebih banyak pelaku usaha dari kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

“Kalau UMKM berani (ekspor), insyaallah Sulteng ini maju,” ujarnya.

Selain kelapa, durian, dan produk perikanan, Sulawesi Tengah juga memiliki sejumlah komoditas yang dinilai berpotensi masuk pasar internasional, seperti kakao, sarang burung walet dan kepiting bakau.

Baca Juga: Asian Games 2026 Tayang Gratis di IndiHome

Namun, akses pasar bukan satu-satunya persoalan. Pelaku usaha juga perlu memastikan produk memenuhi persyaratan negara tujuan, memiliki dokumen yang sesuai serta mampu menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan.

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan pemerintah menyiapkan konsep Klinik Ekspor untuk membantu pelaku usaha menghadapi berbagai tahapan tersebut.

“Kami akan bentuk BERANI Ekspor dalam bentuk klinik ekspor,” katanya.

Klinik tersebut diarahkan untuk membantu UMKM memahami akses pasar, memenuhi standar negara tujuan dan meningkatkan kesiapan produk sebelum masuk ke pasar internasional.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman juga menekankan pemanfaatan berbagai instrumen pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk mendukung perkembangan UMKM hingga mampu menjadi pelaku ekspor.

Deklarasi tersebut turut dirangkai dengan sejumlah nota kesepahaman antara Badan Karantina Indonesia, Kementerian UMKM, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Salah satunya berkaitan dengan hilirisasi empat komoditas unggulan Sulawesi Tengah.

Bagi pelaku usaha daerah, jalur penerbangan Palu-Guangzhou dan pembentukan Klinik Ekspor menjadi bagian dari upaya membuka akses yang lebih dekat ke pasar internasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan produk yang dikirim mampu memenuhi standar dan memiliki pasokan yang berkelanjutan.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
produk Sulteng ekspor Sulteng Palu Guangzhou Pasar global UMKM Sulteng