Jasindo Smartpreneur Academy 2026 Dorong UMKM Adaptif Hadapi Perubahan

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 17:02 WIB
Ilustrasi Jasindo. (Dok: Jawa Pos).
Ilustrasi Jasindo. (Dok: Jawa Pos).

RADAR PALU – Asuransi Jasindo kembali menghadirkan Jasindo Smartpreneur Academy 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan agar semakin adaptif, mandiri, dan mampu menghadapi perkembangan dunia usaha.

Mengusung tema “Strategi AI, Branding, dan Ketangguhan Bisnis untuk UMKM Mandiri”, program tersebut membekali peserta dengan pengetahuan dan praktik yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.

Jasindo Smartpreneur Academy 2026 merupakan pengembangan dari program serupa yang telah dilaksanakan Asuransi Jasindo pada 2025. Kali ini, program dikemas melalui seminar dan workshop yang memberikan ruang bagi peserta untuk tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga mempraktikkan secara langsung berbagai strategi pengembangan usaha menggunakan produk UMKM masing-masing.

Baca Juga: Wali Kota Palu Dorong Penguatan Social Entrepreneurship Lewat Kolaborasi SPF

Sebanyak 60 pelaku UMKM binaan Jasindo di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Seminar dan workshop Jasindo Smartpreneur Academy 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan akademisi dan praktisi. Di antaranya Praktisi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDGs Miranda Syevira, Praktisi Teknologi dan Founder RESAPI.ID Bayu Damar Sungkowo, Founder & Owner Bons Fabriek Bonang Setoaji, Dosen Sosiologi FISIPOL UGM Dr. Dewi Cahyani Puspitasari, serta Pengamat dan Praktisi AI Sabrang Mowo Damar Panuluh.

Peserta juga memperoleh literasi asuransi dari Asuransi Jasindo sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai perlindungan usaha.

Baca Juga: HUT ke-48 Kota Palu, Pemkot dan BTN Gelar Gebyar UMKM untuk Perkuat Ekonomi Lokal

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan dukungan permodalan. Hal tersebut juga perlu diikuti peningkatan kapasitas dan kemampuan pelaku usaha dalam menghadapi perubahan.

“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk terus berkembang secara mandiri. Karena itu, kami ingin mendampingi mereka tidak berhenti hanya pada bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas para pelaku UMKM agar semakin siap menghadapi dinamika dunia usaha,” kata Brellian.

Dalam program tersebut, pelaku UMKM mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Mulai dari penerapan praktik usaha berkelanjutan, penyusunan kinerja UMKM berbasis sustainability report, pemanfaatan teknologi AI, hingga strategi optimalisasi penjualan secara online.

Baca Juga: Kemensos dan Pemkab Poso Gelar Dialog Kebangsaan Bersama Eks Napiter Poso di Tamanjeka

Brellian menjelaskan, perkembangan teknologi, khususnya AI, membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk bekerja lebih efektif. Pemanfaatannya dapat dilakukan mulai dari mengembangkan konten, mengelola operasional, hingga memperkuat strategi pemasaran.

Menurutnya, kehadiran teknologi merupakan bagian dari perkembangan zaman yang perlu disambut dan dimanfaatkan untuk memberikan kemudahan dalam menjalankan usaha, tanpa mengesampingkan peran manusia di dalamnya.

“AI mungkin membantu lebih mudah, cepat, dan efisien. Namun, teknologi itu tetaplah alat. Yang menentukan teknologi dapat digunakan secara maksimal dan membawa arah usaha mereka tentunya kembali kepada manusia itu sendiri,” tambah Brellian.

Karena itu, lanjut dia, pelaku UMKM perlu mengetahui pentingnya menggunakan AI secara bijak tanpa kehilangan sentuhan atau peran manusia dalam berpikir, mengambil keputusan, dan menghadirkan nilai dalam usahanya.

Baca Juga: Morowali, Riwayatmu: Dulu, Kini, dan Nanti

Kegiatan tersebut juga menghadirkan ruang belajar bersama para praktisi dan akademisi dengan latar belakang berbeda. Peserta diajak melihat pengembangan UMKM dari berbagai sudut pandang, tidak hanya mengenai teknologi dan pemasaran, tetapi juga keberlanjutan usaha di masa depan.

Kondisi perekonomian, strategi penjualan, hingga pentingnya memahami risiko dan perlindungan bagi usaha turut dijabarkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Ketangguhan UMKM tidak hanya dibangun dari kemampuan untuk bertahan, tetapi juga dari kemauan untuk terus belajar dan melihat peluang di tengah perubahan. Melalui program ini, kami berharap peserta mendapatkan bekal yang relevan dan dapat menggunakannya untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujar Brellian.

Baca Juga: Menkum Dorong Kader HMI Aktif Hadapi Perubahan Bangsa

Melalui Jasindo Smartpreneur Academy 2026, Asuransi Jasindo ingin terus hadir mendampingi pelaku UMKM untuk tumbuh bersama perubahan dan mengembangkan usaha yang dimiliki.

Bagi Asuransi Jasindo, penguatan UMKM merupakan bagian dari upaya mendukung masyarakat sekaligus ikut menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

“Pada akhirnya, apa pun yang Asuransi Jasindo lakukan selalu kembali kepada manusia. Melalui Jasindo Smartpreneur Academy, kami ingin membantu UMKM naik kelas, siap menghadapi perubahan, dan terus tumbuh sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tutup Brellian.***

Editor : Rina Abd Halik
Sumber : https://jasindo.co.id/
Asuransi Jasindo Jasindo Smartpreneur Academy 2026 Branding Ketangguhan Bisnis umkm