BTN Gelar Akad Massal 159 Debitur di Palu, Dorong UMKM Naik Kelas hingga Pasar Global

Wahono. • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 17:02 WIB
AKAD MASSAL: Menteri Hukum, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Direktur Commercial Banking BTN Hermita, dan Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid bersama-sama memukul gendang sebagai tanda dimulainya kegiatan pameran UMKM dan akad massal dalam rangkaian HUT ke-48 Kota Palu. Foto : Wahono
AKAD MASSAL: Menteri Hukum, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Direktur Commercial Banking BTN Hermita, dan Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid bersama-sama memukul gendang sebagai tanda dimulainya kegiatan pameran UMKM dan akad massal dalam rangkaian HUT ke-48 Kota Palu. Foto : Wahono

 

RADAR PALU – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu dirangkaikan dengan akad massal PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), yang digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat pembiayaan sektor perumahan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Khusus di Kota Palu, akad massal tersebut diberikan kepada 159 debitur. Dari jumlah itu, sebanyak 111 debitur merupakan penerima pembiayaan produk UMKM, sedangkan 48 debitur lainnya merupakan penerima Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.

Secara nasional, BTN menggelar akad massal bagi 2.577 debitur secara serentak. Jumlah tersebut terdiri atas 1.009 debitur UMKM dan 1.568 debitur KPR Subsidi.

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan BTN kini tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekosistem UMKM.

Baca Juga: Wali Kota Palu Dorong Penguatan Social Entrepreneurship Lewat Kolaborasi SPF

“Kami BTN di sini siap untuk men-support UMKM di Kota Palu menjadi lebih besar lagi, bukan hanya untuk tingkat lokal, tapi nasional dan global, internasional,” ujar Hermita.

Menurutnya, BTN akan mendorong pelaku UMKM memanfaatkan kanal digital dan marketplace untuk memperluas pasar. Salah satu rencana yang disiapkan adalah memilih sekitar 100 UMKM untuk mendapatkan pelatihan pemasaran digital.

“Kita bisa kolaborasikan, misalnya dipilih dulu 100 UMKM yang benar-benar mau kita tingkatkan, kita latih bagaimana cara jualan yang bagus di marketplace, sehingga orang yang sekali beli akan membeli kembali. Tujuannya bukan hanya untuk kebutuhan nasional, tapi sudah untuk ekspor,” katanya.

Potensi pengembangan UMKM di Palu dinilai cukup besar. Kementerian UMKM mencatat terdapat 33.935 UMKM di Kota Palu. Sementara itu, penyaluran KUR BTN di Sulawesi Tengah telah mencapai Rp26,7 miliar atau tumbuh 36,3 persen secara tahunan.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengatakan Palu akan didorong menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan UMKM menuju pasar ekspor.

“Kita menjadikan Palu sebagai piloting. Akan ada MoU antara Kementerian UMKM dan Badan Karantina Indonesia untuk mengawal produk-produk UMKM di Palu meningkat ekspornya,” ujarnya.

Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid menambahkan, kolaborasi dengan BTN diharapkan semakin memperkuat pengelolaan dan pengembangan UMKM di daerah.

Baca Juga: HUT ke-48 Kota Palu, Pemkot dan BTN Gelar Gebyar UMKM untuk Perkuat Ekonomi Lokal

“Kami berharap kerja sama dengan Bank BTN dalam memberikan penguatan kredit usaha kepada para pelaku UMKM semakin memperkuat upaya pemerintah, sehingga manajemen usaha UMKM di Kota Palu bisa tumbuh dan berjalan dengan baik,” kata Hadianto.

Sementara itu, Gebyar UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-48 Kota Palu berlangsung hingga 30 September 2026 dan menghadirkan 89 tenant UMKM di Lapangan Vatulemo.

Editor : Wahono.
HUT Kota Palu walikota umkm subsidi BTN