Wali Kota Palu Dorong Penguatan Social Entrepreneurship Lewat Kolaborasi SPF

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 16:54 WIB
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Seed for Palu. (Dok: Humas Pemkot Palu)
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Seed for Palu. (Dok: Humas Pemkot Palu)

RADAR PALU – Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Palu bersama Sasakawa Peace Foundation (SPF) yang telah berjalan sekitar tiga tahun.

Hadianto menceritakan, kerja sama tersebut bermula dari informasi komunitas perempuan Kota Palu, Sikola Mombine. Saat itu, sejumlah anak muda dari Sikola Mombine menyampaikan kepada dirinya mengenai kedatangan SPF dari Jepang yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial.

Menurutnya, pertemuan tersebut kemudian berlanjut menjadi kerja sama hingga saat ini. SPF turut mendorong Pemkot Palu untuk semakin memperdalam perhatian terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Baca Juga: IKA Unismuh Palu Perkuat Jaringan Alumni dan Peluang Kerja

Kerja sama itu, kata Hadianto, tidak hanya berfokus pada persoalan hak-hak perempuan. Program kemudian berkembang dengan menyentuh keluarga penyandang disabilitas hingga anak-anak muda Kota Palu.

Dari penguatan tersebut, kemudian lahir sebuah proyek bernama SEED (Social Entrepreneurship and Economic Development) yang menyasar anak-anak muda Kota Palu.

“SEED ini memang cocok sekali buat anak-anak muda. Fokusnya hari ini adalah bagaimana mendorong anak-anak muda Kota Palu itu bisa membangun jiwa social entrepreneur mereka dengan lebih baik,” katanya.

Baca Juga: Pemetaan Wilayah Adat Jadi Kunci Lindungi Ruang Hidup Masyarakat Sulteng

Hadianto menilai upaya tersebut membutuhkan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak, baik individu, komunitas maupun kelompok lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hadianto juga berharap SEED mendapat perhatian dari Kementerian UMKM. Harapan itu disampaikannya saat Deputi dari Kementerian UMKM hadir dalam kegiatan tersebut.

Hadianto menyebut, hingga tahun ini Pemkot Palu telah menyalurkan bantuan modal tunai kepada mahasiswa. Bantuan tersebut sebesar Rp5 juta per orang dan telah diberikan kepada sekitar 1.000 mahasiswa di Kota Palu.

Baca Juga: Menkum Dorong Kader HMI Aktif Hadapi Perubahan Bangsa

Bantuan modal tersebut, lanjut Hadianto, tidak diberikan begitu saja. Pemkot Palu memiliki inkubator bisnis yang berperan melakukan pendampingan dan inkubasi terhadap penerima bantuan.

“Inkubator bisnis inilah yang kemudian menginkubasi anak-anak tersebut, sehingga memastikan bahwa alhamdulillah dari sekitar 1.000 yang diberikan, hampir sekitar 90 persen bantuan tersebut berjalan dengan baik,” tuturnya.

Ia berharap kerja sama yang diperkuat bersama SPF, anak-anak muda Kota Palu, inkubator bisnis, dan Sikola Mombine dapat menjadi upaya yang kuat dalam mendorong perhatian Pemkot Palu terhadap generasi muda.

Hadianto juga berharap kehadiran Menteri UMKM nantinya dan pada hari ini yang masih diwakili oleh Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, dapat menjadi pesan dan dukungan bagi pengembangan program tersebut.

Baca Juga: Kapal Diduga Bawa Sianida dari Filipina Masuk Perairan Buol, Empat ABK Diamankan

“Mudah-mudahan hal ini bisa mendapatkan perhatian, dukungan dari kementerian, agar upaya kita bersama untuk mendorong anak-anak kita bisa menjadi anak-anak yang tumbuh lebih kreatif, tumbuh lebih kuat, dan tumbuh dengan kemampuan untuk menyongsong masa depan mereka bisa dicapai dengan lebih baik,” pungkasnya.***

Editor : Rina Abd Halik
Penguatan Sosial social entrepreneurship Seed Kolaborasi Sasakawa Peace Foundation