OJK Sulteng Dorong Ekosistem Keuangan Inklusif di Desa Luk Panenteng

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 15:21 WIB
kegiatan edukasi keuangan dan pra-inkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang dilaksanakan di Desa Luk Panenteng. (Dok: OJK Sulteng).
kegiatan edukasi keuangan dan pra-inkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang dilaksanakan di Desa Luk Panenteng. (Dok: OJK Sulteng).

RADAR PALU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Banggai Kepulauan mendorong pengembangan ekosistem keuangan inklusif di tingkat desa.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi keuangan dan pra-inkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang dilaksanakan di Desa Luk Panenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin (21/9/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Banggai Kepulauan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap upaya memperluas akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi tantangan geografis.

Baca Juga: Delis Minta Kebutuhan Kesehatan Morut Masuk Perencanaan Pusat

Program EKI merupakan salah satu langkah OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Program ini menyasar wilayah dengan karakteristik 3T, yakni Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, sehingga masyarakat dapat mengenal dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan secara tepat sesuai kebutuhan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Desa Luk Panenteng mendapatkan edukasi keuangan yang disampaikan Duta Literasi dari Media Massa OJK.

Materi edukasi meliputi pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, pengelolaan keuangan sehari-hari, hingga peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai risiko keuangan, termasuk aktivitas keuangan ilegal.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Palu dan Kejati Sulteng Perkuat Sinergi Kepatuhan Jamsostek

Tidak hanya edukasi, OJK juga melakukan tahapan pra-inkubasi Desa EKI. Tahapan ini dilakukan dengan mengidentifikasi potensi ekonomi desa, memetakan kebutuhan masyarakat, serta menggali informasi mengenai akses dan pemanfaatan layanan keuangan.

Hasil identifikasi tersebut nantinya menjadi dasar dalam menyusun langkah pengembangan ekosistem keuangan inklusif yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi lokal Desa Luk Panenteng.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan, Program EKI merupakan bentuk sinergi OJK bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan akses keuangan yang lebih dekat, mudah, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Wabup Morut Cek Rumah Singgah Nelayan Tokala Bawah

“Melalui Program EKI, kami mendorong agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan formal, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Menurut OJK, peningkatan akses perlu berjalan seiring dengan peningkatan literasi keuangan. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan mampu menentukan produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan serta mengelola keuangan secara lebih baik.

Di sisi lain, pemanfaatan layanan keuangan formal juga diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Melalui edukasi keuangan dan pra-inkubasi Desa EKI, OJK Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mendorong terbentuknya ekosistem keuangan inklusif yang berkelanjutan di Desa Luk Panenteng.

Baca Juga: BKMT Morut Bawa Peran Perempuan ke Muktamar X

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, terutama bagi masyarakat di wilayah dengan karakteristik 3T.***

Editor : Rina Abd Halik
inklusi keuangan OJK keuangan sulteng edukasi