BEI Sulteng Perkuat Edukasi Pasar Modal Lewat Sekolah Pasar Modal

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:37 WIB
Kepala Perwakilan BEI Sulawesi Tengah, Dewi Nur Qamariah.(Rina/Radar Palu).
Kepala Perwakilan BEI Sulawesi Tengah, Dewi Nur Qamariah.(Rina/Radar Palu).

RADAR PALU – Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah terus memperkuat edukasi dan literasi pasar modal sebagai upaya mendorong pertumbuhan investor di daerah.

Kepala Perwakilan BEI Sulawesi Tengah, Dewi Nur Qamariah, mengatakan edukasi kepada masyarakat dilakukan melalui berbagai program, salah satunya Sekolah Pasar Modal (SPM).

“Sekolah Pasar Modal itu berbagai level, basic, intermediate hingga advanced. Kita bekerja sama juga dengan berbagai institusi, baik di level SMA/SMK sederajat, universitas atau perguruan tinggi, maupun mitra-mitra strategis lainnya,” ujar Dewi saat ditemui Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Palu Rico Djanggola, Soroti Masa Depan Gedung DPRD Palu, Proyeksi 2029 Jadi Perhatia

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya BEI Sulteng untuk memperkenalkan pasar modal sekaligus mendorong masyarakat agar memahami investasi secara lebih baik sebelum mengambil keputusan.

Pelaksanaan Sekolah Pasar Modal, kata Dewi, dapat dilakukan melalui kerja sama dengan organisasi, komunitas masyarakat, perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan lainnya.

BEI Sulteng juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan edukasi tersebut. Selain mendatangi lokasi mitra yang mengajukan kerja sama, kegiatan SPM rutin dilaksanakan di kantor BEI Sulteng dan dapat diikuti masyarakat umum.

Baca Juga: Sambut Hari Tani, Aliansi Mahasiswa Pertanian Desak Pemerintah Sulteng Lindungi Lahan Produktif

“Minimal satu bulan dua kali kita laksanakan di kantor yang bisa diikuti sama masyarakat umum,” katanya.

Dewi menilai, peningkatan literasi keuangan penting dilakukan kepada berbagai kelompok usia, termasuk generasi muda maupun masyarakat dewasa. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat mengenal berbagai instrumen pasar modal dan mempertimbangkan investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Ia mengatakan, minat generasi muda untuk mulai berinvestasi antara lain turut dipengaruhi kondisi ekonomi yang mengalami berbagai fluktuasi. Dalam kondisi tersebut, masyarakat perlu memahami cara mengelola dan mengamankan dana yang dimiliki.

Namun, Dewi mengingatkan bahwa keputusan investasi harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.

Baca Juga: Dituding Minta Rp5 Juta, Kejari Palu Beri Klarifikasi

“Jadi tinggal kita yang memilih dan mengevaluasi diri sendiri mana yang cocok buat kita,” pungkasnya.***

Editor : Rina Abd Halik
bursa efek indonesia investasi BEI Sulteng BEI Pasar Modal