Program Jamila Hadir di CFD, Sediakan Bahan Pangan dengan Harga Terjangkau

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 16:48 WIB
Antusias masyarakat saat berbelanja di Jamila yang hadir di CFD. (DOK: DPKP Kota Palu)
Antusias masyarakat saat berbelanja di Jamila yang hadir di CFD. (DOK: DPKP Kota Palu)

RADAR PALU – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menghadirkan Program Jamila (Belanja Mingguan Kendalikan Inflasi) bersamaan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) pada Minggu.

Program tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu dengan menghadirkan sejumlah bahan pangan yang dapat dibeli masyarakat dengan harga terjangkau.

Pada pelaksanaan Minggu ini, bahan pangan yang dihadirkan antara lain bawang merah sebanyak 50 kilogram, cabai rawit 50 kilogram, tomat 85 kilogram, Minyak Kita sebanyak 100 liter, serta sayur-sayuran.

Baca Juga: Damkar Palu Gelar Kompetisi Skill Antarregu Sambut HUT ke-48 Kota Palu 

Analis Ketahanan Pangan DPKP Kota Palu, Nur Anti, mengatakan harga sejumlah komoditas yang dijual melalui Program Jamila berada di bawah harga pasar.

“Program Jamila yang di hadirkan di CFD ini dari TPID dan untuk harganya juga terjangkau dari harga yang dijualkan di pasar,” ujar Anti kepada Radar Palu pada Minggu (20/9/2026).

Untuk bawang merah, harga yang ditetapkan melalui Jamila sebesar Rp28 ribu per kilogram, sementara harga pasar Rp30 ribu per kilogram. Cabai rawit dijual Rp80 ribu per kilogram, sedangkan harga pasar mencapai Rp100 ribu per kilogram.

Baca Juga: Alfamidi Palu Buka Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Sementara itu, tomat dijual dengan harga Rp3 ribu per kilogram, dibandingkan harga pasar Rp7 ribu per kilogram. Minyak Kita dijual Rp15.500 per liter dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Adapun sayur sawi dijual Rp5 ribu per ikat, sementara harga pasarnya Rp7 ribu per ikat. Adapun ketersediaan komoditas yang dihadirkan dalam Program Jamila bergantung pada ketersediaan yang ada di petani lokal kota Palu.

“Antusias masyarakat cukup tinggi karena harga yang ada di bawah harga pasar. Selain berolahraga di CFD, mereka bisa membeli kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” pungkasnya.***

Editor : Rina Abd Halik
Jamila Tekan Inflasi TPID Pangan Murah DPKP