RADAR PALU – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mendorong pertumbuhan dan literasi keuangan syariah melalui optimalisasi Islamic ecosystem, khususnya ekosistem haji dan umrah.
Langkah tersebut sejalan dengan demografi Indonesia yang memiliki lebih dari 240 juta penduduk muslim atau sekitar 87 persen dari total penduduk Indonesia.
Lebih dari 50 persen di antaranya didominasi generasi Z dan milenial. Sementara itu, sebanyak 5,9 juta orang tercatat dalam daftar tunggu jemaah haji Indonesia.
Baca Juga: Menkeu Baru Punya PR Besar, Safri Desak Kepastian DBH untuk Daerah
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, saat ini anak-anak muda mulai memilih layanan keuangan syariah yang memiliki nilai bagi kehidupan mereka.
“Kami memperhatikan bahwa saat ini anak-anak muda sudah mulai memilih layanan yang syariah dan memiliki value bagi hidup mereka. Hal ini tercermin dari pertumbuhan nasabah Tabungan Haji BSI yang secara year to date bertambah 1 juta orang. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak generasi muda yang mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini,” ujar Anton.
Untuk memfasilitasi hal tersebut, BSI memberikan kemudahan bagi generasi muda dalam mempersiapkan ibadah haji melalui Tabungan Haji dengan setoran awal Rp100 ribu dan bebas administrasi bulanan.
Baca Juga: Kebakaran Lahan di Poso, PT SJA2 Turunkan Mobil Damkar Bantu Pemadaman
Tabungan tersebut dapat dibuka melalui BYOND by BSI sehingga dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Nasabah juga dapat menggunakan fasilitas autodebet untuk merencanakan persiapan haji secara lebih terarah.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan ibadah sejak dini, BSI terus mendorong program Indonesia Berhaji.
Hingga Juli 2026, jumlah nasabah Haji BSI telah mencapai 7,8 juta nasabah. Sebanyak 46 persen di antaranya merupakan generasi Z dan anak-anak muda.
Baca Juga: PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sulteng, Sewa PLTD Jadi Solusi
Dari sisi kinerja, Tabungan Haji BSI tumbuh 16,02 persen menjadi Rp17,1 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap BSI sebagai mitra dalam mempersiapkan kebutuhan ibadah haji.
Saat ini, Indonesia menyumbang sekitar 53 persen market share haji di dunia. Dari data tersebut, sekitar 87 persen masyarakat mempercayakan perencanaan hajinya bersama Bank Syariah Indonesia.
"Sebagai sahabat finansial, sosial dan spiritual, kami optimistis bahwa haji dan umrah ini menjadi bagian dari gaya hidup muslim yang bisa disiapkan sejak muda dan dengan mudah,” kata Anton.
Untuk mendukung hal tersebut, BSI juga berkolaborasi dengan pemerintah serta asosiasi haji dan umrah agar pelaksanaan haji dan umrah dapat terlaksana dengan baik dengan fasilitas yang terjamin.
Baca Juga: Alfiani Desak PLN Benahi Jaringan Listrik di Desa-Desa Poso
Ke depan, BSI optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin ekosistem keuangan syariah nasional, khususnya dalam layanan haji dan umrah.
Penguatan ekosistem tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi BSI dalam membangun basis tabungan yang semakin kuat dan mendorong pertumbuhan dana murah secara berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan solusi keuangan syariah yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan generasi muda.***
Editor : Rina Abd Halik