RADAR PALU – Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sulawesi Tengah berharap proses perbaikan dan peremajaan jaringan listrik dapat dipercepat, sehingga pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah dapat semakin berkurang.
Ketua YLK Sulteng Salman Hadiyanto, mengatakan bahwa berdasarkan hasil konfirmasi pihaknya kepada PLN, pemadaman bergilir disebabkan oleh tiga faktor.
Pertama, adanya perbaikan jaringan yang mengalami kerusakan. Kedua, proses peremajaan dan instalasi. Sementara faktor ketiga berkaitan dengan debit air akibat kemarau panjang di sejumlah titik sumber air pemasok pembangkit listrik, terutama yang berada di Danau Poso.
Baca Juga: Perkuat Konservasi Anggrek, Taman Wisata Alam Kapopo Terima Bantuan Sarpras
"Itu tiga hal yang menjadi menyebab pemadaman secara bergilir. Dari aspek kerugian konsumen pasti ada tetapi kita juga harus melihat penyebabnya" ujar Salma kepada Radar Palu pada Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat berdasarkan penyebab teknis yang disampaikan pihak PLN. Apabila pemadaman terjadi karena kondisi yang memang tidak dapat dihindari, konsumen tidak dapat serta-merta melakukan komplain maupun gugatan.
Namun, apabila pemadaman terjadi dalam kondisi normal tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya, konsumen dapat menyampaikan protes atau keberatan kepada pihak PLN.
Baca Juga: Pemkab Buol Gelar Entri Meeting Evaluasi SPIP Terintegrasi
Salman mengatakan, pemadaman bergilir tetap memberikan dampak bagi konsumen, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik.
“Yang pertama pasti konsumen rumah tangga. Konsumen rumah tangga karena dengan pasokan listrik yang terbatas akhirnya berlaku pemadaman bergilir dan tentu kita tidak nyaman menikmati kerugian,” jelasnya.
Dampak juga dirasakan pelaku usaha, terutama usaha yang membutuhkan listrik untuk mendukung kegiatan operasional, seperti usaha makanan dan minuman yang mengandalkan pendingin maupun AC.
Baca Juga: Pemkab Morowali Matangkan Penyaluran BBM Porprov dan Kuota LPG
Meski demikian, pelaku usaha dapat menyesuaikan kegiatan usahanya dengan jadwal pemadaman yang telah diketahui. Jika wilayah usahanya tidak masuk dalam jadwal pemadaman, pasokan maupun cadangan stok bisnis dapat dimaksimalkan.
Salman menilai, alasan teknis yang disampaikan PLN menjadi hal yang perlu dipahami bersama, terutama terkait keterbatasan sumber pasokan listrik. Pasokan listrik saat ini mengandalkan PLTA, PLTD, dan PLTU.
Ia berharap proses perbaikan dan peremajaan yang sementara dilakukan dapat segera diselesaikan.
Baca Juga: DPRD Banggai Panggil 27 Kepala Puskesmas, Dugaan Pungli Dibongkar
“Alasan mereka sementara ada pemeliharaan dan peremajaan itu mohon dipercepat. Kalau itu bisa dipercepat maka jangkauan pemadaman tentu akan menyempit, akan kecil sehingga konsumen kita yang merasakan pemadaman juga bisa tidak terlalu luas, tidak terlalu banyak,” ujarnya.
Sementara untuk kendala yang berkaitan dengan sumber daya air, Salman berharap curah hujan kembali mencukupi agar PLTA dapat segera beroperasi kembali.
“Untuk kendala yang bersumber dari sumber daya air kita berdoa pada Allah SWT semoga bisa diberikan curah hujan yang cukup biar PLTA bisa segera beroperasi kembali,” pungkasnya.***
Editor : Rina Abd Halik