Brida Palu Hadirkan Lomba TTG dan Kuliner Dalam Inovasi Award Tahun 2026

Rina Khalik • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 19:26 WIB
Kepala Brida Kota Palu, Didi Bakran. (Rina/Radar Palu)
Kepala Brida Kota Palu, Didi Bakran. (Rina/Radar Palu)

RADAR PALU – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Palu mendorong hasil inovasi masyarakat dalam lomba inovasi award 2026 yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu.

Kepala Brida Kota Palu, Didi Bakran, mengatakan potensi ekonomi dari berbagai inovasi yang ditampilkan dalam Lomba Inovasi Award cukup besar. Karena itu, pihaknya akan mendorong adanya pembinaan dan tindak lanjut setelah pelaksanaan lomba.

“Ternyata di peluang ini banyak, banyak inovasi-inovasi dari anak-anak muda kita. Dari mahasiswa, dari masyarakat ada. Oleh karena itu dari lomba ini hanya untuk menghimpun mereka untuk kita melihat bahwa ini oh ternyata banyak di sini,” ujar Didi kepada media saat ditemui pada Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: AAUI Cabang Palu Raih Juara 1 Terbaik Rakernas 2026, Tiga Tahun Konsisten Berprestasi

Tahun ini, Lomba Inovasi Award menghadirkan dua kategori, yakni kuliner berbahan lokal dan teknologi tepat guna (TTG) yang difokuskan pada bidang persampahan.

Untuk kategori TTG, terdapat 21 kelompok yang mengikuti lomba. Sementara kategori kuliner diikuti sekitar 11 peserta. Dari masing-masing kategori, terdapat 10 besar yang masuk dalam tahapan penilaian.

Didi menilai sejumlah inovasi yang ditampilkan memiliki peluang untuk dikembangkan secara ekonomi. Di antaranya inovasi kompos hingga paving block yang memanfaatkan limbah plastik.

Baca Juga: Bupati Banggai H. Amirudin Tamoreka, Kuasakan Tim Hukum Hadiri Sidang Akhir

Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan adanya potensi industri rumah tangga yang dapat terus dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

Brida Kota Palu selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti pembinaan terhadap para inovator, khususnya peserta yang nantinya meraih juara.

Baca Juga: Pamit Ingin Melaut, Pria Paru Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai

Didi mengatakan, pembinaan akan disesuaikan dengan bidang inovasi yang dikembangkan. Untuk inovasi terkait persampahan, misalnya, dapat dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sementara untuk bidang kuliner, akan dikoordinasikan dengan pihak yang berkaitan dengan UMKM.

“Makanya setelah ini saya sudah sampaikan tadi. Mungkin setelah hasil lomba nanti saya akan mengundang mereka ke Brida untuk kita berdiskusi lebih panjang lagi. Kemudian akan melibatkan nanti beberapa OPD yang saya coba undang untuk melakukan koordinasi ini,” jelasnya.

Ia mengatakan, peluang produksi secara massal juga akan dilihat dari perkembangan masing-masing inovasi. Brida telah melihat dan menanyakan sejumlah aspek, mulai dari proses produksi, biaya, hingga peluang pengembangannya.

Baca Juga: 318 Kebakaran Terjadi di Palu, Tiga Bangunan Kembali Dilalap Api di Tondo

Menurut Didi, intervensi pemerintah diperlukan untuk membantu para inovator mengembangkan hasil karyanya. Dengan demikian, inovasi yang muncul dari masyarakat memiliki peluang untuk berkembang menjadi kegiatan usaha.

“Yang kita harapkan ke depan adalah intervensi pemerintah terhadap para inovator-inovator ini,” pungkasnya.***

Editor : Rina Khalik
Inovasi Award palu umkm Kuliner BRIDA