4.000 Bibit Tomat Ditanam di Kelurahan Boyaoge, Dukung Program Palu Mapan

Rina Khalik • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:42 WIB
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin saat lakukan penanaman bibit tomat di salah satu lahan yang ada di Kelurahan Bayaoge, Kota Palu. (Rina/Radar Palu).
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin saat lakukan penanaman bibit tomat di salah satu lahan yang ada di Kelurahan Boyaoge, Kota Palu. (Rina/Radar Palu).

RADAR PALU – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus mendorong pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya melalui penanaman 4.000 bibit tomat di wilayah Kelurahan Boyaoge.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mengatakan lahan yang digunakan merupakan lahan pertanian lama yang sebelumnya memiliki area cukup luas. Namun, seiring waktu, lahan tersebut kini tersisa dalam luasan yang terbatas.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif.

Baca Juga: Jerman Melirik Sulteng, Kakao hingga Mineral Jadi Target Investasi

“Sebenarnya ini lahan yang sudah lama, petani lama yang ada di sini. Dulu, sekitar setahun lalu, lahannya masih luas, sekarang sudah tersisa sedikit,” kata Imelda kepada media saat ditemui pada Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, penanaman 4.000 bibit tomat tersebut merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung program Palu Mapan dan kelurahan menanam yang menjadi bagian dari program Pemerintah Kota Palu.

“Ya, kita manfaatkan lahan yang ada. Hari ini penanaman tomat, bibit tomat bersama-sama dengan petani. Insyaallah ini menjadi langkah baik buat kita semuanya, apalagi menunjang program Palu Mapan,” jelasnya.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Ditangkap Setelah Hampir Sebulan Buron

Imelda menyebut, bibit tomat yang ditanam diperkirakan mulai memasuki masa panen sekitar dua bulan mendatang atau pada akhir Oktober 2026.

Ia menegaskan, bibit yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan para petani. Selain itu, jenis tomat tersebut dinilai cocok dengan kondisi lahan di Boyaoge.

“Ini sekitar 4.000 bibit tanaman tomat yang kita tanam hari ini. Insyaallah panennya dua bulan ke depan, akhir Oktober,” jelasnya.

Baca Juga: Selidiki Dugaan PETI, Polda Sulteng Amankan 22 Excavator dari Perkebunan Warga Buol

Lebih lanjut, Imelda mengatakan penanaman tomat di wilayah tersebut merupakan bagian dari penetapan komoditas pertanian di sejumlah kelurahan. Untuk komoditas tomat, terdapat sembilan kelurahan yang telah ditetapkan.

Pemkot Palu, kata dia, tidak hanya memberikan bantuan bibit, tetapi juga akan melakukan pendampingan kepada petani hingga masa panen.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan proses budidaya berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.

Baca Juga: Komisi III DPRD Sulteng Kawal Tiga Rekomendasi Utama Terkait PT IMNI

Imelda juga berharap hasil panen nantinya dapat dipasarkan langsung kepada pengecer sehingga petani tidak bergantung kepada tengkulak.

“Bentuk dukungannya ke depan adalah pendampingan kepada mereka. Kemudian hasil panen nanti langsung ke pengecer, bukan ke tengkulak. Kita berharap seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkot Palu akan terus berupaya hadir bersama petani, mulai dari proses penanaman hingga pemasaran hasil pertanian.

Baca Juga: Kapolda Irjen Nasri Ingatkan Anggota Tidak Gunakan Kewenangan untuk Kepentingan Pribadi

“Kita upayakan benar-benar selalu berada bersama-sama dengan petani. Pemerintah selalu harus hadir dengan petani, bersama petani,” pungkasnya.***

Editor : Rina Khalik
Palu Mapan Tomat Ketahanan pangan Pemkot Palu Pertanian