RADAR PALU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah. Upaya itu dilakukan melalui kegiatan edukasi keuangan dalam rangka Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 sekaligus memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 20 Palu, Sabtu.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi OJK Sulteng untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak kepada para pelajar. Mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan menabung, hingga menggunakan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, mengatakan pendidikan keuangan perlu diberikan sejak dini. Menurutnya, kebiasaan mengelola keuangan dengan baik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Baca Juga: Pemkot Palu Diminta Perkuat Kesiapsiagaan dan Edukasi Pencegahan Kebakaran
“Menabung bukan hanya menyimpan uang. Menabung adalah proses membangun karakter. Dari kegiatan menabung, kita belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan kemampuan merencanakan masa depan,” ujar Bonny pada Sabtu (22/8/2026).
BLK 2026 sendiri mengusung tema “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas.” Tema tersebut menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap berbagai risiko dan modus kejahatan keuangan digital yang terus berkembang.
Dalam kegiatan tersebut, OJK Sulteng juga mendorong implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program itu diwujudkan melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi seluruh pelajar SRT 20 Palu.
Baca Juga: APINDO Sulteng Dorong Warkop Harapan Jadi Warisan Kuliner Kota Palu
Melalui kepemilikan rekening SimPel, para pelajar diharapkan mulai membangun kebiasaan menabung sekaligus mengenal layanan keuangan formal sejak dini. Edukasi tersebut juga diarahkan agar pelajar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
OJK menilai kepemilikan rekening sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Selain membiasakan menabung, pelajar juga diperkenalkan pada pentingnya perencanaan keuangan untuk kebutuhan masa depan.
Berdasarkan data Mei 2026, jumlah rekening pelajar di Provinsi Sulawesi Tengah telah mencapai 45.982 rekening. Total simpanan yang terkumpul mencapai Rp9,7 miliar, dengan melibatkan 15 bank peserta yang berkantor di wilayah Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Reses dan Maulid Nabi Bersamaan, Rusman Ramli Buka Ruang Aspirasi Warga
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya akses pelajar terhadap layanan keuangan formal di Sulawesi Tengah. OJK Sulteng berharap budaya menabung dan kesadaran terhadap literasi keuangan terus tumbuh di lingkungan sekolah.
OJK juga mengajak seluruh pihak, termasuk sekolah, orang tua, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya, untuk bersama-sama memperkuat edukasi keuangan bagi generasi muda.
Dengan literasi keuangan yang baik, pelajar diharapkan tidak hanya mampu mengelola uang secara bijak, tetapi juga lebih kritis dalam menggunakan produk dan layanan keuangan, terutama di tengah semakin berkembangnya transaksi digital.
Baca Juga: Kajari Palu Silaturahmi ke DPRD Kota Rico Djanggola Dorong Kolaborasi
Kegiatan di SRT 20 Palu tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen OJK Sulteng dalam memperluas edukasi dan inklusi keuangan. Langkah itu diharapkan dapat mencetak generasi muda Sulawesi Tengah yang cerdas, mandiri, dan mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik.***
Editor : Rina Khalik