Gerakan Pangan Murah dan Gelar Pangan Lokal Digelar di Palu

Rina Khalik • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:44 WIB
Antusias masyarakat Kota Palu di Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Palu pada Kamis (20/8/2026).(DOK: Nurul Hikmah).
Antusias masyarakat Kota Palu di Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Palu pada Kamis (20/8/2026).(DOK: Nurul Hikmah).

RADAR PALU – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah yang dirangkaikan dengan Gelar Pangan Lokal.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lukman, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan upaya pemerintah menjaga kestabilan harga pangan di Kota Palu.

Menurutnya, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebanyak tiga kali sepanjang 2026. Kali ini, Gerakan Pangan Murah digabungkan dengan Gelar Pangan Lokal.

Baca Juga: Vivi Irade Kawal Aspirasi Warga Kayumalue hingga Masuk Anggaran

“Gerakan pangan murah ini adalah upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan harga pangan di Kota Palu,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, produk yang dijual dalam kegiatan tersebut berasal langsung dari distributor dan petani. Dengan demikian, konsumen dapat membeli produk tanpa melalui pedagang perantara sehingga harga yang ditawarkan lebih murah.

“Yang hadir menjadi penjual ini adalah barang-barang yang langsung dari distributor, dari petani langsung. Jadi di sini tidak ada pedagang perantara,” jelasnya.

Baca Juga: Janji Perbaikan Jalan di Mamboro, Perkim : Target Pengaspalan Mulai September

Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut, tersedia berbagai kebutuhan pangan, di antaranya minyak, ikan segar, ikan marinasi, ayam, telur, serta produk pertanian dari Kelurahan Menana.

Lukman menyebutkan, untuk minyak yang disediakan mencapai sekitar 1.600 liter. Sementara produk pertanian dari Kelurahan Menana merupakan hasil panen yang dipasarkan langsung dalam kegiatan tersebut.

“Coba bisa kita lihat bagaimana mereka langsung mencabut pagi ini dijual di sini. Tanpa pestisida,” katanya.

Baca Juga: Kembali Bertugas di Palu, Kajari Hamka Perkuat Silaturahmi dengan Wartawan

Selain Gerakan Pangan Murah, Gelar Pangan Lokal menghadirkan masyarakat yang memiliki keterampilan mengolah pangan nonberas dan nonterigu.

Salah satu pangan lokal yang diperkenalkan dalam kegiatan itu adalah karoda. Makanan tersebut merupakan bubur berbahan kelor yang dicampur jagung serta berbagai sayuran lainnya, menyesuaikan jenis sayuran yang tersedia di daerah setempat.

Lukman mengatakan, pangan tersebut digali dari kearifan lokal dan kebiasaan masyarakat terdahulu. Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap pangan lokal yang ditawarkan cukup tinggi.

Baca Juga: Akses Uempanapa-Salubiro Terbuka, Warga Tak Lagi Pikul Motor

“Hampir semua orang yang mencicipi makanan lokal yang kami tawarkan itu mendapat apresiasi yang luar biasa,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, terdapat masyarakat yang langsung memesan makanan tersebut. Hal itu dinilai menjadi peluang bagi pengembangan pelaku usaha pangan lokal.

Lukman berharap Dinas Pertanian dapat menumbuhkan para pelaku usaha yang mengembangkan pangan berbasis bahan lokal, khususnya pangan nonberas dan nonterigu.

Baca Juga: Kunker Mentan di Palu Berjalan Lancar, Kapolda Sulteng Tegaskan Komitmen Dukung Pertanian

Ia menambahkan, pedagang dalam Gerakan Pangan Murah terdiri dari petani lokal dan distributor. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah juga berupaya memperkenalkan dan mendorong pemanfaatan pangan lokal kepada masyarakat Kota Palu.

“Jadi harapan kita di sini, dinas pertanian kita menumbuhkan para pelaku usaha yang bersumber dari petani lokal dan kreasi dari bahan-bahan non beras dan terigu, setelah mereka bertumbuh lalu akan saya konekkan dengan UMKM,” harapnya.***

Editor : Rina Khalik
Pangan lokal Petani Lokal. Gerakan Pangan Murah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota palu