Pramuka Cerdas Keuangan, OJK Perkuat Literasi Finansial Generasi Muda di Jambore Nasional XII 2026

Rina Khalik • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:09 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono.(DOK: OJK).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono.(DOK: OJK).

RADAR PALU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah pemangku kepentingan memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda melalui program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta.

Kegiatan yang menyasar anggota Pramuka Penggalang berusia 11 hingga 15 tahun itu diarahkan untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak usia dini.

Baca Juga: Dua Wabin Lapas Luwuk Bisa Hirup Udara Segar di HUT RI ke-81

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan kecakapan mengelola keuangan perlu dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, generasi muda perlu dibekali kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak dan tidak mudah terbawa tren maupun gaya hidup konsumtif.

“Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia,” kata Dicky dalam Talkshow Leaders Insight Pramuka Cakap Keuangan.

Baca Juga: Doa untuk NTT dan Konser Sholawat Warnai Puncak HUT ke-81 RI di Luwuk

Ia menekankan, perilaku finansial yang positif dapat dimulai dari hal sederhana. Di antaranya membiasakan diri menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Talkshow tersebut turut menghadirkan Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI Prof. Atip Latipulhayat, serta Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo.

Anis Byarwati menilai kebiasaan finansial perlu dibangun sejak dini. Kebiasaan tersebut tidak hanya berdampak pada pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga: Lagi, Kebakaran Hutan dan Lahan Kini Terjadi di Desa Salodik 

“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujar Anis.

Ia mendorong agar menabung tidak hanya dipandang sebagai aktivitas finansial, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter finansial generasi muda.

Sementara itu, Prof. Atip Latipulhayat mengatakan literasi keuangan merupakan salah satu fondasi dalam Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dijalankan Kemendikdasmen.

Baca Juga: Forum Mahasiswa Indonesia Timur Galang Dana untuk Korban Bencana NTT

“Literasi keuangan bukan hanya terkait menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku mampu menahan diri dari keinginan konsumtif,” katanya.

Menurut Atip, kemampuan mengendalikan diri sejak usia anak akan membantu membentuk perilaku finansial yang lebih baik ketika memasuki usia dewasa.

Dari sisi kepramukaan, pembiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak dinilai sejalan dengan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka.

Baca Juga: Semarak Kemerdekaan, Masyarakat Morowali Tumpah Ruah Ikuti Jalan Santai 6,5 Km

Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo mengatakan Dasa Dharma Pramuka ke-7 mengajarkan anggota untuk menjadi pribadi yang hemat, cermat, dan bersahaja.

“Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja,” tutur Bachtiar.

Ia juga menilai kebiasaan menabung sejak usia muda dapat menjadi salah satu modal dalam membentuk jiwa entrepreneur di masa mendatang.

Baca Juga: 2.534 Warga Binaan di Sulteng Terima Remisi HUT RI, 23 Langsung Bebas

Program Pramuka Cerdas Keuangan dalam rangkaian LIKE IT 2026 dilaksanakan secara hybrid dan melibatkan sekitar 3.500 anggota Pramuka Penggalang.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menabung, mengelola uang secara bijak, serta mempersiapkan kebutuhan dan tujuan keuangan sejak usia muda.

Rangkaian edukasi keuangan Jamnas XII dilaksanakan pada 15–16 dan 18–20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur.

Baca Juga: Polres Morowali Utara Musnahkan 366 Gram Shabu

Kegiatan tersebut melibatkan OJK bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Kwarnas Gerakan Pramuka.

Peserta juga diperkenalkan dengan produk dan layanan jasa keuangan sekaligus memahami peran OJK, Kementerian Keuangan, BI, dan LPS dalam ekosistem sektor keuangan.

Salah satu kegiatan utama dikemas melalui Tenda Kampung Finansial. Area edukasi tersebut menggunakan sistem rotasi sehingga anggota Pramuka dapat mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan.

Baca Juga: Kabel Semrawut di Trotoar Jalan Mohammad Yamin Palu Tuai Sorotan Publik

Mulai dari talkshow, permainan, kuis edukatif hingga booth edukasi keuangan dari OJK, BI, Kementerian Keuangan, LPS, dan sejumlah pelaku industri jasa keuangan.

Konsep tersebut membuat peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenal produk dan layanan jasa keuangan serta cara menggunakannya secara bijak.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kunjungan. Hingga rangkaian kegiatan berakhir, sekitar 7.500 anggota Pramuka atau peserta Jamnas XII tercatat telah mengunjungi Tenda Kampung Finansial.

Baca Juga: Stop Alasan "Tunggu Ada Uang": Indo Premier Hadirkan XGLD, Cara Baru Nabung Emas Mulai 0.1 Mg

Rangkaian edukasi juga dilengkapi agenda Pramuka Goes to Office ke Kantor OJK yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026.

Peserta terpilih berkesempatan mengunjungi Kantor Pusat OJK sekaligus memperoleh edukasi keuangan secara langsung.

Melalui agenda tersebut, anggota Pramuka diperkenalkan lebih dekat dengan OJK, termasuk perannya sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan serta upaya meningkatkan literasi keuangan dan pelindungan konsumen.

Penguatan kecakapan keuangan bagi anggota Pramuka sendiri telah menjadi bagian dari kolaborasi OJK dan Kwarnas Gerakan Pramuka sejak 2023 melalui revisi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Penabung dan SKK Cakap Keuangan.

Implementasi kedua SKK tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membekali anggota Pramuka dengan pengetahuan dan keterampilan mengelola keuangan.

Melalui sinergi tersebut, OJK, Kemendikdasmen, dan Kwarnas Gerakan Pramuka berharap lahir generasi muda yang tidak hanya aktif, disiplin, mandiri dan bertanggung jawab, tetapi juga memiliki kecakapan finansial.

Baca Juga: Rp1 Miliar dari Sulteng untuk Korban Gempa NTT, Solidaritas Dibangun dari Pengalaman Bencana

Generasi muda diharapkan mampu membangun budaya menabung, mengelola keuangan secara bijak, serta mengenali dan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan.***

Editor : Rina Khalik
Generasi muda OJK Literasi Keuangan keuangan OJK Sulteng