Pasar Modern di Palu Dorong Pedagang Gunakan QRIS

Rina Khalik • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:24 WIB
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Irmawati. (Rina/Radar Palu).
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Irmawati. (Rina/Radar Palu).

RADAR PALU – Konsep pasar modern di Kota Palu terus didorong dengan penerapan transaksi digital bagi para pedagang. Salah satunya melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam aktivitas jual beli.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Irmawati, mengatakan penggunaan QRIS menjadi bagian dari upaya menjadikan aktivitas di pasar lebih modern, termasuk dalam sistem transaksi.

“Pasar modern tidak terlepas dari seluruh kegiatan yang ada di sana, harusnya juga lebih modern. Jual-belinya harusnya menggunakan QRIS,” ujar Irmawati kepada Radar Palu saat ditemui pada Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Keamanan Palu Disorot, Rico Djanggola Minta Polisi Bergerak Cepat

Ia menjelaskan, Disperdagind Kota Palu bersama Bank BTN telah melakukan registrasi terhadap seluruh pedagang agar dapat menggunakan QRIS dalam transaksi jual beli.

Menurutnya, penerapan QRIS telah mulai digaungkan sejak awal operasional Pasar Tavanjuka. Pemerintah mendorong seluruh pedagang di pasar tersebut untuk menggunakan sistem pembayaran digital.

Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala yang disampaikan pedagang. Di antaranya QRIS yang mengalami gangguan, error, maupun telepon seluler pedagang yang mengalami kerusakan.

Baca Juga: HUT ke-81 RI, Rico Djanggola: Perjuangan Belum Berhenti, Palu Harus Makin Keren

Karena itu, Irmawati bersama pihak Bank BTN kembali melakukan pengecekan terhadap penggunaan QRIS oleh para pedagang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas pembayaran digital tersebut dapat digunakan dengan baik.

“Jelas ada Bank BTN yang mendampingi mereka untuk bagaimana bisa menggunakan QRIS secara efektif dan efisien,” katanya.

Irmawati menegaskan, pendampingan terhadap pedagang menjadi bagian penting dalam penerapan transaksi digital di pasar. Dengan pendampingan tersebut, pedagang diharapkan dapat menggunakan QRIS secara optimal dalam kegiatan jual beli.

Baca Juga: Wabup Buol Kukuhkan Anggota Paskibraka Tahun 2026 dan Serahkan Duplikat Bendera Pusaka ​

Ke depan, penerapan transaksi digital tidak hanya akan dilakukan di Pasar Tavanjuka. Disperdagind Kota Palu berencana mendorong digitalisasi pada pasar-pasar lainnya.

“Kita mulai dulu dengan Pasar Tavanjuka. Jadi seluruh pasar kita juga akan berencana untuk digitalisasi semua,” pungkasnya.***

Editor : Rina Khalik
Pasar Tavanjuka Disperdagind kota palu digitalisasi QRIS