Ekonomi Sulteng Didorong Makin Ngebut Lewat Pembayaran Digital

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:36 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido menghadiri Posalia Sulteng Digifest di Palu Grand Mall, Selasa (11/8). Pembayaran digital didorong mempercepat ekonomi daerah. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido menghadiri Posalia Sulteng Digifest di Palu Grand Mall, Selasa (11/8). Pembayaran digital didorong mempercepat ekonomi daerah. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 

 

RADAR PALU – Ekonomi Sulawesi Tengah didorong makin cepat melalui perluasan penggunaan pembayaran digital. Sistem transaksi yang cepat, mudah, aman, dan efisien dinilai dapat memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido saat menghadiri Bank Indonesia Posalia Sulteng Digifest di Atrium Palu Grand Mall, Selasa (11/8).

Kegiatan yang mengangkat tema “Akselerasi Ekonomi Daerah dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” itu menjadi momentum mendorong pemanfaatan teknologi dalam aktivitas ekonomi masyarakat. 

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Harmonisasi Dua Raperbup Penanggulangan Bencana Banggai

Reny mengapresiasi Bank Indonesia yang terus memperluas penggunaan sistem pembayaran digital di Sulawesi Tengah, termasuk di kalangan dunia usaha.

“Saya sangat mengapresiasi digitalisasi sistem pembayaran, termasuk perluasan penggunaan pembayaran digital di Sulawesi Tengah dan di dunia usaha,” ujar Reny.

Menurut Reny, digitalisasi pembayaran memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar memudahkan masyarakat bertransaksi. 

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Matangkan Persiapan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Bagi pelaku UMKM, sistem pembayaran digital dapat membantu pencatatan transaksi menjadi lebih tertata, memperluas akses pasar, serta membuka peluang memperoleh layanan keuangan yang lebih luas.

Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai penting seiring perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan layanan digital dalam aktivitas sehari-hari.

Karena itu, Reny mengajak pelaku usaha di Sulawesi Tengah tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkannya untuk pengembangan usaha.

“Kita ingin membangun ekonomi digital yang cepat, tetapi aman, dan modern,” tegasnya.

Reny berharap Posalia Sulteng Digifest tidak berhenti pada pengenalan teknologi pembayaran digital kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut harus mampu menjadi ruang untuk mendorong lahirnya inovasi, memperluas jejaring usaha, dan menciptakan peluang ekonomi baru. 

Baca Juga: H-6 Upacara 17 Agustus, Persiapan Paskibraka Sulteng Capai 95 Persen

Digitalisasi diharapkan tidak hanya membuat transaksi menjadi lebih praktis, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Perluasan pembayaran digital juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai pemerintah, perbankan, pelaku usaha hingga masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar transformasi digital tidak hanya berkembang di pusat-pusat ekonomi, tetapi juga dapat dimanfaatkan semakin luas oleh pelaku usaha di Sulawesi Tengah. 

Baca Juga: Pangdam Palaka Wira Serahkan Jabatan Dua Danyonif, Yonif 873 Raih Penghargaan

Kegiatan Posalia Sulteng Digifest turut dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin Mohamad Said, Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah Muhamad Irfan Sukarna, serta sejumlah kepala OPD terkait.***

Editor : Muhammad Awaludin
pembayaran digital umkm Ekonomi Sulteng bank indonesia digitalisasi