RADAR PALU – Minat masyarakat Kota Palu terhadap kendaraan listrik terus menunjukkan tren positif. Salah satu model yang mendapat perhatian konsumen adalah BYD Atto 1 yang dipasarkan melalui diler BYD Haka Palu.
Branch Manager BYD Haka Palu, Deswanthy Sari, menyebut kontribusi BYD Atto 1 terhadap penjualan di diler tersebut cukup besar. Bahkan, hampir separuh penjualan BYD Haka Palu berasal dari model kendaraan listrik tersebut.
“Antusias masyarakat Palu terhadap hadirnya Atto 1 ini cukup baik. Bahkan saya bilang antusiasnya luar biasa,” kata Deswanthy Sari kepada Radar Palu, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Empat Remaja Tenggelam di Perairan Masama Kabupaten Banggai
Menurut Deswanthy, BYD Atto 1 menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin mencoba kendaraan listrik untuk pertama kalinya. Ukurannya yang kompak dinilai sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat di Kota Palu.
“Hampir dibilang setengah penjualan pun buah di Haka Palu ini, setengahnya dari Atto 1,” ujarnya.
Saat pertama kali hadir di Kota Palu, BYD Atto 1 hanya tersedia dalam varian Dynamic. Kini, BYD Haka Palu telah menyiapkan tiga pilihan varian, yakni Atto 1 Standard, Atto 1 Dynamic, dan Atto 1 Premium.
Baca Juga: Capaian Jamsostek Award Menjadi Bukti Nyata Komitmen Bersama Pemkab Touna dan Institusi
Deswanthy mengatakan, konsumen BYD Atto 1 tidak hanya berasal dari kalangan anak muda. Mobil listrik tersebut juga mulai diminati keluarga baru, termasuk keluarga yang telah memiliki satu hingga dua anak.
Selain pilihan varian yang semakin beragam, BYD Atto 1 Standard juga dibekali sejumlah fitur yang menunjang kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Untuk kebutuhan berkendara, khususnya pada malam hari, Atto 1 Standard menggunakan lampu halogen. Penggunaan lampu tersebut dinilai sudah mampu memberikan penerangan yang memadai untuk penggunaan di kawasan perkotaan seperti Palu maupun sejumlah ruas jalan di Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Ironi Daerah Penghasil Nikel: Hutan Purba Berkurang, Devegetasi Pesisir, Terumbu Karang Sekarat
“Atto 1 Standard juga telah dilengkapi fitur Vehicle to Load (V2L). Fitur ini memungkinkan energi dari baterai kendaraan digunakan untuk menyalakan berbagai perangkat elektronik,” katanya.
Dengan fitur tersebut, mobil dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik portabel saat digunakan untuk kegiatan luar ruang, seperti piknik atau berkemah bersama keluarga, tanpa harus membawa genset tambahan.
Selain itu, Atto 1 Standard menggunakan pelek baja atau steel wheel berukuran 15 inci. Penggunaan pelek jenis ini memiliki keunggulan dari sisi ketangguhan ketika melewati jalan yang bergelombang. Selain itu, biaya penggantian juga relatif lebih ekonomis dan lebih mudah ditemukan.
Baca Juga: Mahasiswa KKN UGM-Untad Diingatkan Tak Lupakan Desa
Untuk bagian interior, Atto 1 Standard menggunakan jok berbahan fabric. Material tersebut dinilai memberikan kenyamanan karena cenderung terasa lebih sejuk saat cuaca panas. Perawatannya juga relatif mudah dan tidak cepat terasa panas ketika kendaraan diparkir di bawah paparan sinar matahari.
Fitur penunjang lainnya adalah rear view camera atau kamera belakang. Fitur tersebut membantu pengendara melihat area di belakang kendaraan dengan lebih jelas, terutama saat melakukan manuver dan parkir.
Dengan kombinasi bodi yang kompak dan sejumlah fitur penunjang tersebut, BYD Atto 1 menjadi salah satu pilihan kendaraan listrik yang mulai mendapat tempat di tengah masyarakat Kota Palu.
Baca Juga: Pemkot Palu Hidupkan Kembali Taman yang Sepi, Taman Mebere Jadi Lokasi Perdana
Tingginya kontribusi Atto 1 terhadap penjualan BYD Haka Palu sekaligus menunjukkan bahwa minat terhadap kendaraan listrik di Kota Palu mulai berkembang, tidak hanya di kalangan anak muda, tetapi juga keluarga yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.***
Editor : Rina Khalik