Aspek Sulteng Dorong Kekompakan Pelaku Kuliner dan Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah

Rina Khalik • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:04 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kuliner (Aspek) Sulawesi Tengah, Bino A. Juwarno. (Rina/Radar Palu).
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kuliner (Aspek) Sulawesi Tengah, Bino A. Juwarno. (Rina/Radar Palu).

RADAR PALU – Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kuliner (Aspek) Sulawesi Tengah, Bino A. Juwarno, mengajak seluruh pelaku usaha kuliner untuk semakin kompak dan solid dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Bino mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi pelaku usaha kuliner ke depan akan semakin berat. Hal itu berkaitan dengan berbagai persoalan, tantangan, hingga persaingan yang membutuhkan kebersamaan.

“Mengajak kepada semua pengusaha kuliner untuk tetap solid dan semakin kompak dalam menghadapi tantangan yang ada kedepannya,” ujar Bino saat ditemui pada Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga: Bantuan Pokir untuk Komunitas Turut Libatkan UMKM Pada Pegelaran Musik di Taman RTH Mebere

Selain memperkuat kebersamaan di internal organisasi, Bino juga berharap adanya kerja sama yang semakin baik antara pemerintah dan asosiasi, khususnya dalam hal kebijakan perpajakan.

Ia berharap pemerintah dapat membangun komunikasi yang lebih baik dengan asosiasi sehingga kebijakan pajak dapat memberikan rasa keadilan bagi pelaku usaha kuliner.

Bino juga mengungkapkan bahwa Aspek Sulteng juga memfasilitasi penerbitan sekitar 280 sertifikat halal gratis bagi para pelaku usaha, kecil dan menengah di bidang kuliner sebagai bentuk untuk mendukung mereka dalam membuka ataupun menjalankan usahanya.

Baca Juga: Dari Lahan Terbengkalai, Taman RTH Mebere Lasoani Jadi Ruang Publik

“Kita terus mengajak seluruh pelaku usaha yang belum punya sertifikat halal untuk mendaftarkan usahanya agar bisa mendapatkan pendampingan untuk proses sertifikasi,” katanya.

Selain itu, Bino mengatakan bahwa ke depan, pelaku usaha pedagang kuliner membutuhkan pendampingan, perlindungan, dan pelayanan dari pemerintah. Ia menilai pelaku usaha kuliner memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Palu.

“Ini adalah pilar ekonomi yang menggerakkan ekonomi Kota Palu. Tanpa kuliner, sulit ekonomi ini bergerak, karena pasar itu yang gerakkan ya kuliner,” katanya.

Baca Juga: Pengunjung Keluhkan Fasilitas Taman RTH Mebere, Toilet hingga Sarana UMKM Masih Kurang

Selain menggerakkan ekonomi, Bino menyebut sektor kuliner juga berperan dalam mengurangi pengangguran. Banyak tenaga kerja yang terserap di sektor tersebut dan rata-rata merupakan pekerja lokal.

Menurutnya, perkembangan usaha kuliner di Sulawesi Tengah terus terlihat. Hampir setiap bulan terdapat perkembangan baru, baik berupa penambahan warung maupun perpindahan lokasi usaha.

Ia melihat semakin banyak masyarakat yang beralih dari pekerjaan bergaji tetap untuk menjalankan usaha kuliner dan memperoleh penghasilan secara mandiri.

“Saya rasa ini perlu diapresiasi pemerintah, karena ini mengurangi beban pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan,” pungkasnya.***

Editor : Rina Khalik
Pemerintah daerah umkm Kuliner ASPEK SULTENG pedagang