Kota Palu Kembangkan Hidroganik untuk Dukung Program Urban Farming

Rina Khalik • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 13:22 WIB
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin lakukan penebaran benih pada kolam unit hidroganik di DPKP Kota Palu. (DOK: Humas Pemkot Palu)
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin lakukan penebaran benih pada kolam unit hidroganik di DPKP Kota Palu. (DOK: Humas Pemkot Palu)

RADAR PALU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu menyelenggarakan pelatihan hidroganik sebagai upaya mendukung pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming di Kota Palu.


Kegiatan tersebut menghadirkan pemilik Bengkel Mimpi asal Kabupaten Malang sebagai narasumber. Pelatihan diikuti sebanyak 40 peserta yang terdiri dari petani, kelompok wanita tani, dasawisma, serta penyuluh pertanian.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palu, Lukman, mengatakan hidroganik merupakan sistem budidaya hidroponik berbasis organik yang dinilai sesuai diterapkan di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan.

Baca Juga: Wamenpar: Perempuan Jadi Penggerak Utama Ekosistem Pariwisata Indonesia


"Hidroganik adalah sistem budidaya hidroponik yang organik. Sangat cocok diterapkan di perkotaan mengingat keterbatasan lahan," ujar Lukman pada Rabu (29/7/2026).


Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Palu, yakni urban farming sekaligus pengembangan konsep fresh market.


Lukman menjelaskan, hidroganik memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan sistem hidroponik biasa. Salah satunya penggunaan media tanam tanah atau bokasi.
"Di bagian bawah media tanam terdapat kolam ikan sebagai sumber atau penyuplai nutrisi," katanya.

Baca Juga: Rustia Tompo Soroti Minimnya Armada Operasional RSUD Anutapura dalam Rapat Banggar


Selain itu, sistem hidroganik dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran, cabai, tomat, bawang hingga padi.


Kebutuhan unsur hara tanaman dalam sistem tersebut dihitung berdasarkan produksi nutrisi yang berasal dari kolam ikan yang berada di bawah media tanam. Dengan sistem itu, kebutuhan pupuk tambahan dapat dikurangi.


Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan pelatihan pendukung berupa pembuatan komposter, yakni alat pengolahan sampah organik menjadi pupuk padat dan pupuk cair.

Baca Juga: Warga Sinjai Sulawesi Tengah Desak Polisi Usut Tuntas dan Kejar Pelaku Pengeroyokan di Bahodopi Moorowali


Lukman mengatakan, komposter tersebut akan dilakukan uji coba. Apabila berhasil, alat tersebut akan ditawarkan kepada masyarakat pelaku program Kelurahan Menanam maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai salah satu solusi pengolahan sampah rumah tangga.


Bersama Wakil Wali Kota Palu, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penebaran benih pada dua unit hidroganik.


"Pada hari ini kami mulai dengan penebaran benih pada kolam dua unit hidroganik, masing-masing ikan lele 3.000 ekor dan nila 1.000 ekor, serta penanaman bawang varietas Lembah Palu dan bawang merah biasa," tandasnya.***

Editor : Rina Khalik
pertanian perkotaan Hidroganik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu kota palu Urban Farming