PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi, Cetak Generasi Muda Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur

Rony Sandhi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 21:26 WIB
Hari Ulang Tahun ke-58 PT Vale dengan
peluncuran program berlangsung di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda.(Dokumentasi PT. Vale)
Hari Ulang Tahun ke-58 PT Vale dengan peluncuran program berlangsung di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda.(Dokumentasi PT. Vale)

RADAR PALU – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) meluncurkan Kelas Konservasi sebagai program pengembangan kapasitas bagi 50 pelajar SMA/sederajat di wilayah pemberdayaan perusahaan di Kabupaten Luwu Timur. Program yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 PT Vale ini menjadi bagian dari investasi sosial perusahaan dalam mencetak generasi muda yang peduli terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Peluncuran program berlangsung di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda. Selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026, para peserta akan mengikuti pembelajaran yang memadukan teori dan praktik melalui sesi konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, rehabilitasi ekosistem, pengelolaan sampah berbasis ekosistem, praktik pertambangan yang bertanggung jawab, hingga penyusunan proyek sosial dan pelatihan kepenulisan.

Chief Sustainability & Corporate Affairs PT Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan keberlanjutan tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi dan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian dan keberanian menjadi agen perubahan.

Baca Juga: Wujud Kepedulian, PT Vale Hadir untuk Masyarakat Terdampak Gempa Sigi

"Output dari kegiatan ini adalah para siswa dapat menjadi duta lingkungan yang mandiri. Mereka tidak hanya belajar secara normatif di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini sehingga mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat dan teman sebayanya," ujarnya.

Menurut Budiawansyah, Kelas Konservasi diharapkan menjadi warisan jangka panjang yang menumbuhkan budaya konservasi di tengah masyarakat. Masa remaja dinilai sebagai waktu yang tepat untuk membangun karakter peduli lingkungan melalui ruang belajar yang kreatif dan kolaboratif.

Program ini menggabungkan pembelajaran daring dan luring, mulai dari orientasi, sesi kelas, kunjungan lapangan, penyusunan mini project, pelatihan kepenulisan hingga seminar akhir sebagai wadah berbagi gagasan dan solusi terhadap persoalan lingkungan di daerah masing-masing.

Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja, PT Vale Gelar Pelatihan Operator Excavator dan Dump Truck

PT Vale juga menggandeng akademisi, praktisi, serta tenaga ahli internal perusahaan untuk memperkuat proses pembelajaran. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Tabarano, Rimal Manukallo, mengapresiasi hadirnya program tersebut. Menurutnya, Kelas Konservasi memberikan kesempatan kepada pelajar untuk belajar langsung mengenai lingkungan sekaligus menjadi pelopor perubahan di masyarakat.

Melalui program ini, PT Vale menegaskan komitmennya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan memperkuat investasi pada pembangunan manusia. Perusahaan berharap lahir generasi penggerak keberlanjutan yang mampu menjadi duta lingkungan, menginisiasi aksi konservasi, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di Luwu Timur.(***)

Editor : Rony Sandhi
Kelas Konservasi Keberlanjutan Lingkungan Pendidikan Lingkungan luwu timur PT Vale Indonesia