Pemkot Palu Perkuat Pendampingan UMKM Lewat INBIS

Rina Khalik • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:11 WIB
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid,
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, dalam kegiatan virtual assessment Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award Tahun 2026 pada Kamis (23/7/2026).

RADARPALU - Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, mengatakan Pemerintah Kota Palu terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Upaya tersebut dilakukan dengan membuka akses yang mudah, sederhana, dan baik melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Menurut Hadianto, pemerintah terus berupaya menghadirkan kemudahan akses bagi pelaku UMKM agar dapat berkembang dan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga: Hadirkan Promo dan Hadiah Menarik, BYD Haka Auto Palu Tawarkan Promo Eksklusif 25 Juli 2026

“Alhamdulillah, Pemerintah Kota Palu dalam setahun terakhir menunjukkan hasil yang cukup baik dalam mendorong UMKM. Tentunya ini tidak lepas dari kerja-kerja tim yang telah ada saat ini dan hal ini terus kita dorong untuk kemudian bisa memberikan dampak yang semakin besar,” ujar Hadianto Rasyid dalam kegiatan virtual assessment Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award Tahun 2026 pada Kamis (23/7/2026).

Hadianto mengatakan, meski Kota Palu memiliki banyak potensi, pemerintah tetap memfokuskan perhatian pada pengembangan UMKM sebagai backbone pertumbuhan ekonomi lokal dan terus menjadi pilar utama di kota Palu.

Karena itu, berbagai kemudahan terus dibangun agar aksesibilitas keuangan bagi pelaku UMKM semakin mudah dicapai, namun tetap dilakukan secara terukur dan sesuai target.

Baca Juga: Integrated Mutasi BKN Hadir, Kemenkum Sulteng Perkuat Tata Kelola Kepegawaian

Sebagai bentuk pendampingan kepada pelaku usaha, Pemerintah Kota Palu membentuk Inkubator Bisnis (INBIS). Program tersebut diharapkan menjadi pendamping yang siap setiap saat dan terhubung secara real time dengan UMKM.

“Inkubator bisnis ini kami harapkan betul-betul bisa menjadi pendamping yang siap setiap waktu dan terhubung secara real time dengan UMKM-UMKM kita,” katanya.

Menurutnya, kehadiran INBIS tidak hanya sebatas memberikan pendampingan seperti pola bantuan sebelumnya, tetapi juga memastikan pelaku UMKM memperoleh literasi mengenai pengelolaan keuangan, pengembangan produk, dan akses pasar.

 

“Inkubator bisnis ini memastikan bahwa literasi terkait pengelolaan keuangan, literasi terkait masalah produk, dan literasi terkait masalah pasar betul-betul dapat dipahami oleh UMKM kita dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Palu juga memastikan bantuan kepada UMKM tidak hanya menyasar masyarakat kurang mampu, tetapi juga diberikan kepada kalangan anak muda.

Pemerintah juga terus memperbaiki serta menyempurnakan kriteria penerima bantuan dengan memastikan penerima memiliki sumber daya manusia yang dinilai mampu mengembangkan usahanya.

Baca Juga: HAN 2026, Anak Binaan LPKA Palu Terima Remisi, Ijazah, dan Bantuan Sosial

Hadianto mengungkapkan, hingga saat ini sekitar 9.000 UMKM telah tersentuh program Pemerintah Kota Palu. Dari jumlah tersebut, hampir 70 persen pendampingan yang dilakukan melalui inkubator bisnis berjalan dengan baik.

Ia berharap capaian tersebut terus meningkat, terlebih dengan dukungan pemerintah pusat melalui pengembangan e-commerce bagi UMKM.

“Sehingga kami yakin bahwa ini juga akan semakin mampu mendorong UMKM kita untuk bisa berakselerasi dari UMKM yang kelasnya hanya kelas lokal tapi kemudian bisa tumbuh menjadi kelas nasional,” tandasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah TPAKD TPAKD Award 2026 UMKM Kota Palu Hadianto Rasyid inkubator bisnis palu