Dinkop UKM Sulteng Percepat Program 5.000 Wirausaha Baru untuk Kurangi Pengangguran

Rina Khalik • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 11:38 WIB
Sumarno. (RINA ABD HALIK)
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah, Sumarno. (RINA ABD HALIK)

RADARPALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Koperasi dan UKM mempercepat program penumbuhan 5.000 wirausaha baru pada 2026 sebagai upaya menekan angka pengangguran.

Hingga Juli, sekitar 2.000 calon pelaku usaha telah mengikuti pelatihan dan pendampingan yang menyasar lulusan SMA/SMK berusia maksimal 35 tahun. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah Sumarno mengatakan, program tersebut lahir dari kondisi yang dinilai masih bertolak belakang antara pertumbuhan ekonomi dengan kondisi ketenagakerjaan.

Baca Juga: Pemkot Palu Genjot Ketahanan Pangan Lewat Program PALU MAPAN

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan investasi di Sulawesi Tengah menunjukkan perkembangan yang baik. Namun, di sisi lain tingkat pengangguran, kemiskinan, serta jumlah pencari kerja masih relatif tinggi.

“Melalui program penumbuhan wirausaha baru ini kami ingin menciptakan lapangan pekerjaan. Harapannya, anak-anak muda bukan lagi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan pekerjaan,” ujar Sumarno saat ditemui pada Rabu (22/7/2026).

Program tersebut menyasar lulusan SMA/SMK sederajat dengan batas usia maksimal 35 tahun. Para peserta dibekali berbagai materi mulai dari pemasaran, manajemen keuangan, akuntansi, sistem produksi hingga pengelolaan usaha. 

Baca Juga: Di Balik Hari Anak Nasional, Ribuan Anak Masih Alami Kekerasan dan Ketertinggalan Belajar

Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinas Koperasi dan UKM menggandeng akademisi, praktisi, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Hingga saat ini pelaksanaan program telah berlangsung di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, Tolitoli, Buol, dan Poso. Selanjutnya pelatihan dilaksanakan di Kabupaten Parigi Moutong kemudian berlanjut ke Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Tojo Unauna, Morowali, dan Morowali Utara.

Sesuai target dalam RPJMD, Dinas Koperasi dan UKM mendapat tugas melahirkan 5.000 wirausaha baru pada tahun ini.

 

“Sampai hari ini perkiraan sudah sekitar 2.000 wirausaha baru yang telah kami latih. Mudah-mudahan dalam tiga sampai empat bulan ke depan target tersebut dapat tercapai dan akan kita monitor terus,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap peserta diarahkan menyusun rencana bisnis (business plan). Setelah itu, dinas akan melakukan pendampingan terhadap perkembangan usaha masing-masing peserta.

Pendampingan juga diberikan apabila peserta mengalami kendala dalam menjalankan usahanya, termasuk membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan kebutuhan perizinan lainnya.

Baca Juga: Rakhmat Renaldy Dukung Perda P4GN Hadapi Darurat Narkoba Sulawesi Tengah

Sementara untuk permodalan, Dinas Koperasi dan UKM tidak memberikan bantuan modal secara langsung. Peserta diarahkan memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui perbankan.

“Dengan begitu harapan kita mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan bisa merekrut temannya yang belum mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

Selain program wirausaha baru, Dinas Koperasi dan UKM juga menjalankan program Wirausaha Lanjutan bagi pelaku usaha yang telah memiliki usaha.

Baca Juga: Ancaman AI Mengintai Anak, KPAI Ungkap 6.900 Aduan dalam Tiga Tahun

Pada tahap awal, program akan diikuti 80 peserta yang dibagi ke dalam dua kelas. Kelas pertama difokuskan pada pengembangan produk kelapa beserta produk turunannya, sedangkan kelas kedua mengembangkan produk hasil laut seperti rumput laut, ikan, dan udang.

Ia menambahkan, pendampingan diberikan kepada seluruh sektor usaha karena yang diperkuat adalah kemampuan manajerial pelaku usaha, sedangkan jenis usaha disesuaikan dengan bidang yang dipilih masing-masing peserta, baik kuliner, jasa, produksi, fashion maupun sektor lainnya.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Dinas Koperasi dan UKM juga mencatat sejumlah tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM, di antaranya konsistensi dalam menjalankan usaha, komitmen terhadap pelanggan, serta kemampuan manajerial.

 

“Kalau menggeluti satu bidang, geluti sampai benar-benar ahli. Jangan mudah berpindah-pindah usaha karena melihat usaha orang lain,” tandasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
pelatihan wirausaha Sulteng program wirausaha 2026 KUR UMKM bisnis pemula Sulteng UMKM Sulawesi Tengah