RADARPALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu resmi meluncurkan program Palu Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan (PALU MAPAN) sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Melalui program ini, 46 kelurahan didorong membudidayakan komoditas strategis seperti cabai, tomat, bawang, dan sayuran guna menjaga ketersediaan pasokan serta menekan gejolak harga.
Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu, Rahmad Mustafa, mengatakan, untuk menyosialisasikan program-program unggulan Pemerintah Kota Palu kepada masyarakat di pilihlah momentum Nobar Piala Dunia.
Baca Juga: Di Balik Hari Anak Nasional, Ribuan Anak Masih Alami Kekerasan dan Ketertinggalan Belajar
“Saat Nobar di tanggal 20 Juli dini hari, ada beberapa program unggulan Pemkot Palu yang kita launching. Salah satunya PALU MAPAN,” ujar Rahmad kepada Radar Palu saat ditemui pada Rabu (22/7/2026).
Menurut Rahmad, dipilihnya momentum itu sebagai lokasi peluncuran karena tingginya antusiasme masyarakat datang.
“Jadi kesempatan untuk sosialisasikan tentang program-program unggulan Pemkot,” lanjutnya.
Baca Juga: Rakhmat Renaldy Dukung Perda P4GN Hadapi Darurat Narkoba Sulawesi Tengah
Kata Rahmad, program PALU MAPAN merupakan upaya Pemkot Palu dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Program itu juga ditujukan untuk mendorong masyarakat, kelompok tani, dan Kelurahan agar tangguh dalam penyediaan pangan.
Menurutnya, terdapat beberapa komoditas yang mulai digerakkan penanamannya di 46 Kelurahan diantaranya cabai, tomat, bawang, dan sayur-sayuran.
“Ini masing-masing empat komoditi yang dibagi, berarti ada sembilan Kelurahan tanam cabai, sembilan Kelurahan tanam tomat, tanam bawang dan sebagainya yang memberikan andil inflasi. Dengan harapan kalau ketika produksinya ini besar, dia akan memberikan andil dalam ketersediaan pangan, khususnya komoditi tersebut,” tuturnya.
Menurutnya, komoditas di atas merupakan kebutuhan penting masyarakat sehingga diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan, terutama menjelang akhir tahun dan Natal serta Tahun Baru (Nataru).
“Biasa itu sifatnya musiman yang komoditi-komoditi ini, nanti akan naik harganya, cabai, tomat, bawang. Insya Allah dengan persiapan ini kita sudah akan siap,” katanya.
Selain menjaga ketahanan pangan, program PALU MAPAN juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui gerakan menanam. Rahmad menambahkan, PALU MAPAN akan terus dimonitor oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu.
Baca Juga: Ancaman AI Mengintai Anak, KPAI Ungkap 6.900 Aduan dalam Tiga Tahun
“Sehingga tujuannya juga Pak Wali, Pemkot Palu mendorong ini supaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Jadi dengan gerakan bertanam,” pungkasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi